Beranda Daerah Sensasi Dibalik Event “Tour De Rembang” Jarak Tempuh 123 Km

Sensasi Dibalik Event “Tour De Rembang” Jarak Tempuh 123 Km

56
0

Tour De Rembang merupakan event pembuka bagi para goweser di Indonesia pada tahun 2020 ini. Rute yang dilewati, start dari Museum Kartini, menuju Klentheng Tju An Kiong Lasem, kemudian menyusuri jalur Pantura sampai Kragan, Sedan, Tugu Desa Trembes Gunem, naik Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, selanjutnya peserta bersepeda masuk kawasan Pabrik Semen. Setelah itu rombongan pesepeda menuju Kota Rembang lagi dan finish di Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo Rembang.

Rembang, Jateng | Rangkaian event Tour De Rembang 2020 dengan jarak tempuh 123 Km ini, diikuti sekira 600 peserta pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (09/02/2020).

Meski diikuti dari berbagai pesepeda profesional, beberapa peserta goweser mengaku rute yang mereka lewati terbilang lumayan ekstrem. tak hanya melewati jalan datar, para peserta juga melewati tanjakan, turunan dan tikungan tajam.

Tak hanya tanjakan dan tikungan tajam, pemandangan sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda adalah saat melewati jalan pantura Kecamatan Sluke, yakni pesona dengan keindahan pantai yang berada tepat di pinggir sepanjang jalur Pantura.

“Kendalanya hanya saat melewati jalan rusak mas, jadi perjalanan terasa kurang nyaman, peserta juga tidak bisa terlalu kencang saat mengayuh sepedanya, jadinya ya sedikit memakan waktu,” tambahnya.

Heri (47) peserta TDR yang berasal dari Solo ini menceritakan dirinya mengalami kram kaki setelah melewati rute dengan medan tanjakan yang sangat tajam di area Desa Trembes Kecamatan Gunem.

“Seketika habis melewati tanjakan tersebut kaki langsung kram, tapi pelayanan medis cukup bagus dan sangat memuaskan, karena cepat ditangani,” ungkapnya.

Paur Kes Aiptu Purwanto sekaligus selaku Kepala poliklinik eka sila Polres Rembang saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dikarenakan kondisi medan yang dilewati peserta TDR terbilang lumayan ekstrem, yakni tanjakan dan tikungan tajam yang berada dirute terakhir.

“Saat melewati rute terakhir, para peserta banyak mengalami kram otot kaki dan ada juga beberapa peserta yang terpeleset,” katanya. (Dwi.S/Tgh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here