Beranda Daerah Sepanjang Tahun 2020 Pengadilan Negeri Sabang Tangani 67,3 Persen Perkara Pidana Narkotika

Sepanjang Tahun 2020 Pengadilan Negeri Sabang Tangani 67,3 Persen Perkara Pidana Narkotika

158
0
RSUD Tobelo

Sabang, Aceh

Pengadilan Negeri Sabang merupakan peradilan tingkat pertama yang membawahi wilayah hukum Kota Sabang, Kota administratif paling barat Indonesia. Kota ini memiliki 2 (dua) kecamatan, yakni Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya dengan jumlah Gampong/Kelurahan sebanyak 18 Desa.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sabang, Syihabuddin, SH., MH., menjelaskan, PN Sabang memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mengadili perkara pidana dan perdata diluar yang menjadi kompetensi Mahkamah Syar’iyah. Pada tahun 2020, Pengadilan Negeri Sabang menerima pengajuan perkara sejumlah 455 perkara.

Dengan perincian sebagai berikut, Pidana Biasa 52 perkara, Pidana Cepat (Tipiring) 1 perkara, dan Pelanggaran Lalu Lintas sebanyak 361 perkara dengan jumlah total denda Rp19.080.000.

Selanjutnya perkara perdata gugatan sebanyak 1 perkara dan perkara perdata permohonan sebanyak 38 perkara. Sedangkan sisa perkara tahun 2019 yang diperiksa dan diputus pada tahun 2020 sebanyak 2 perkara, keduanya merupakan perkara perdata gugatan.

Dari 455 perkara tersebut, telah diputus dan diminutasi, sisa 2 perkara yang akan diselesaikan pada tahun 2021, sehingga rasio penyelesaian perkara di PN Sabang tahun 2020 mencapai 97,92 persen.

Perkara Narkotika menjadi perkara pidana biasa yang paling banyak ditangani, dengan persentase 67,3 persen atau sebanyak 35 perkara. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya, yaitu sejumlah 16 perkara atau 42,1 persen dari total 38 perkara pidana biasa selama kurun waktu 2019.

“Selanjutnya berturut-turut perkara pidana yang ditangani adalah perkara perlindungan anak dan Pencurian masing-masing 4 perkara, Informasi dan Transaksi Elektronik 3 Perkara, penipuan 2 perkara, dan sisanya perkara lain-lain,” jelas Syihabuddin, SH,. MH.

“Sementara perkara perdata permohonan, dari jumlah 39 perkara, mayoritas adalah perkara permohonan perbaikan kesalahan dalam akte kelahiran sebanyak 22 perkara, Permohonan akta kematian sebanyak 8 perkara. Sisanya adalah permohonan ganti nama, akta cerai, dan lain-lain,” tambahnya.

Secara terpisah, Humas PN Sabang, Fajri Ikrami, S.H., menerangkan banyaknya perkara narkotika di Sabang perlu menjadi perhatian bersama. Pelakunya tidak terbatas pada masyarakat umum, bahkan pelajar/mahasiswa dan aparat penegak hukum juga ada yang terlibat.

Oleh karenanya PN Sabang menerapkan hukum secara tegas dan tidak pandang bulu. Siapapun yang terlibat akan dihukum, dan yang terbukti sebagai pengedar narkotika dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya.

Masyarakat diharapkan menyadari akan bahaya ketergantungan narkotika dan mengingatkan keluarga terdekat atau lingkungan sekitarnya agar menjauhi barang haram tersebut. Sekali mencoba, ancaman hukuman di depan mata. Demikian pungkas pria kelahiran Merauke yang mengawali karir sebagai Hakim di PN Sabang. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here