Beranda Nasional Sidang Gugatan Pailit CV. Al Ridho Terhadap Tergugat PT. Timah Tbk Masih...

Sidang Gugatan Pailit CV. Al Ridho Terhadap Tergugat PT. Timah Tbk Masih Tahap Pemeriksaan Legalitas

223
0
RSUD Tobelo

Jakarta

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, agenda sidang pertama/perdana gugatan pailit dari CV. Al Ridho (AR) selalu Pengugat terhadap PT. Timah TBk., selaku Tergugat telah disidang pada hari Senin kemarin (30/11/2020).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media, sidang perdana gugatan pailit dari CV. AR terhadap PT. Timah di Pengadilan Niaga Negeri Jakarta Pusat pada hari itu, dimulai pukul 14.30 Wib sampai dengan selesai.

Diketahui, sidang dihadiri oleh pihak Tergugat PT. Timah Tbk., yang diwakili kuasa hukumnya yakni SIP Lawfirm. Hari itu sidang hanya sebatas dengan pemeriksaan legalitas para pihak, walaupun saat itu setelah penunjukan legalitas para pihak selesai, sempat ada seseorang yang datang ke meja hakim mengaku sebagai pimpinan dari CV. AR.

Namun saat itu hakim bersikap tegas, agar penunjukan legalitas yang mengaku sebagai pimpinan CV. AR. “Hakim berpendapat silahkan saja mengajukan bukti-bukti tersebut melalui surat yang ditujukan kepada Majelis Hakim, kemudian hakim akan mengambil sikap terkait bukti-bukti tersebut,” ungkap Benny H. Pasaribu SH., MH., dari Kantor Firma Hukum Otto Hasibuan dan Associates selaku Kuasa Hukum CV. Al Ridho, Selasa (1/12/2020).

Kemudian, disampaikan juga oleh Benny bahwa jadwal sidang selanjutnya (ke-2) akan digelar pada hari Kamis, 3 Desember 2020, dengan agenda penyerahan jawaban dari kuasa hukum PT. Timah Tbk.

Sementara itu, Direktur CV AR, Leni, menyikapi terkait pemberitaan yang terbit beberapa waktu lalu dari pihak PT. Timah lewat Zulkarnaen selaku Sekretaris Perusahaan. Zulkarnain mengatakan bahwa ada perbedaan perhitungan kadar biji timah (Sn) hasil dari analisa dari PT. Timah dengan yang ditentukan CV. AR, justru Leni merasa ada yang janggal dan berbalik bertanya.

“Apa tidak salah statemen pak Zulkarnain selaku Sekretaris Perusahaan PT. Timah, bukankah perhitungan kadar biji timah (Sn) itu dikeluarkan oleh pihak PT. Timah sendiri ? Sedangkan kami selaku Mitra tidak punya kewenangan untuk menghitung kadar biji timah, justru mereka sendiri yang mengeluarkan perhitungan kadar dari biji timah, kok sekarang merekalah yang mengatakan ada perbedaan perhitungankan, inikan lucu,” tanya Leni, Selasa (1/12/2020).

Selain itu Leni menanggapi juga permasalahan dualisme internal CV. AR yang disebutkan PT. Timah, itu bukan menjadi alasan PT. Timah untuk tidak membayar hutangnya kepada perusahaan CV. AR dan mengaburkan kewajiban kepada mitranya.

“Seharusnya dalam hal ini tidak perlu dibuat ribet, tinggal PT. Timah periksa dokumen perusahaan kami, saat pengajuan menjadi mitra dan penandatangan MOU, siapa disitu yang menjadi Direktur CV. Al Ridho,” tantang Leni.

Dibeberkannya, pada saat pengiriman biji timah ke gudang milik PT. Timah, justru sebelum barang diterima, terlebih dahulu di cek kadar timahnya (Sn) oleh petugas yang menerima barang, lalu dikeluarkan Tanda Terima Barang beserta kadar biji timahnya. Kemudian setelah itu, biji timah yang telah di cek dimasukkan di Gudang PT. Timah.

Namun anehnya, setelah selang 1 bulan baru muncul pemberitahuan dari PT. Timah, bahwa kadar SN-nya yang berbeda untuk barang yang sama.

“Sungguh ini tidak masuk akal, kunci gudang penyimpanan biji timah dipegang oleh pihak PT. Timah dan pada saat pengajuan invoice, dikatakan bahwa kadar biji timahnya tidak sama, justru kalau kami boleh menduga jangan-jangan biji timah yang kami kirimkan pertama ditukar oleh oknum petugas PT. Timah itu sendiri, karena mereka yang pegang kunci gudangnya, begitu mau urus invoice, PT. Timah mengatakan invoice CV. Al Ridho kadar timahnya tidak sesuai dengan invoice,” pungkas Direktur CV. Al Ridho.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here