Beranda Polres Sok Jagoan Aniaya Sopir Truk, Nyali Pengemudi Pajero Ciut Saat Ditangkap Polisi

Sok Jagoan Aniaya Sopir Truk, Nyali Pengemudi Pajero Ciut Saat Ditangkap Polisi

77
0

Jakarta

Sempat viral pengendara pajero Sport aniaya pengendara sopir Truk di Tanjung Priok.

Fakta terbarunya, ternyata pajak mobil Pajero Sport mengalami penunggakan.

Dikutip dari Tribun Jakarta, mobil Pajero milik pria bernama Omega Kotutung (40) itu sudah mati pajak sejak 12 Mei 2020. Dirinya pun kelabui aparat dengan cara buat pelat palsu untuk kendaraan mewah itu.

Harusnya B 1086 VJA, OK menggantinya dengan B 1861 QH. Plat nomor akhiran QH seharusnya tak digunakan warga sipil, melainkan aparat Kepolisian.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menuturkan, OK mengetahui plat nomor berbuntut QH biasa digunakan aparat setelah melihat unggahan di TikTok.

“Ya dia kepikiran untuk menggunakan plat itu setelah melihat media sosial, melihat aplikasi TikTok, ada yang mengatakan bahwa plat itu biasa digunakan oleh aparat,” kata Sambodo di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (28/6/2021).

Kemudian setelah melihat unggahan TikTok itu, OK akhirnya inisiatif membuat plat nomor palsu B 1861 QH.

Nomor plat palsu itu juga dipasang ke kendaraan pribadinya untuk kelabuhi petugas, lantaran plat nomor aslinya belum diperpanjang sejak Mei 2020. Adapun plat nomor asli dari Mitsubishi Pajero milik OK ialah B 1086 VJA.

“Dia menggunakan plat itu (B 1861 QH) untuk mengelabuhi petugas. Dia bikin sendiri,” kata Sambodo.
Setelah diselidiki lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan, plat nomor B 1861 sudah terdaftar sebelumnya pada kendaraan Toyota Innova milik seseorang.

Ketika ditanya apakah Innova yang terdaftar dengan nomor B 1861 QH adalah milik aparat, Sambodo tak memberikan jawaban jelas.

“Memang plat itu (QH) kan bukan untuk orang sipil,” katanya.

Sebelumnya, OK sempat dikira berprofesi sebagai seorang aparat TNI setelah video yang merekam aksinya menganiaya sopir truk viral di media sosial.

Mengklarifikasi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa OK merupakan mantan pelaut yang kini bekerja di agensi pencari pekerja outsourcing.

“Dia bukan (TNI) Angkatan Laut yang disebutkan ramai-ramai di medsos. Saya pertegas lagi, yang bersangkutan mantan pelaut,” kata Yusri.

“Kerjanya outsourcing. Itu dia ngumpulin orang-orang yang mau jadi pelaut, dia dapat fee di situ,” terangnya.

OK diamankan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin pagi ini. Pelaku ditangkap setelah sempat mencoba melarikan diri sebanyak dua kali.

Awalnya, pria bertubuh kekar itu sempat mencoba kabur ke wilayah Jawa Timur. Polisi yang mengetahui keberadaan pelaku meluncur ke Jawa Timur untuk melakukan penangkapan. Namun, dari Jawa Timur, pelaku ternyata mencoba kabur lagi ke Jakarta.

“Yang bersangkutan sempat kabur ke Jawa Timur. Tim sudah menuju ke Jawa Timur, kemudian yang bersangkutan kabur lagi naik pesawat, kita cek manifesnya arah Jakarta,” kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi.

Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara akhirnya menangkap pelaku di Bandara Soekarno-Hatta.
Setelah ditangkap, pelaku langsung diboyong ke Mapolres Metro Jakarta Utara untuk diproses lebih lanjut. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here