Beranda Daerah Sosok Pemimpin Masa Depan, Nofi Candra Miliki Integritas Pimpin Kabupaten Solok

Sosok Pemimpin Masa Depan, Nofi Candra Miliki Integritas Pimpin Kabupaten Solok

266
0
RSUD Tobelo

Solok, Sumbar

Memilih pemimpin adalah memilih kepribadian. Mata dan hati masyarakat sebagai pemegang mandat kepemimpinan, harus sejalan dengan nawaitu kandidat yang dijagokan. Track record calon, dalam kaitan kepemimpinan harus menjadi alasan kuat untuk menentukan pilihan.

Maka, ketika Pilkada kabupaten Solok tahun 2020 ini telah menawarkan banyak pilihan, mata dan hati masyarakat sudah mulai satu tarikan.

Masyarakat mulai jeli dan lebih mengedepankan nurani dalam memilih sosok yang akan dijagokan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Solok. Kini, sosok muda kandidat pemimpin masa depan itu, ada pada diri Nofi Candra.

Calon bupati nomor urut 1 itu, tumbuh menjadi Idola untuk mengemudi arah pemerintahan, menggerakkan potensi dalam roda pembangunan lima tahun mendatang.
Dalam pengamatan media ini, masyarakat di Kabupaten Solok kini telah semakin selektif dalam memilih kriteria sosok yang pantas untuk menjadi pemimpin di bumi yang kaya potensi Sumber Daya Aalam Pertania dan Pariwisata itu.

Kriteria yang menjadi tolak ukur warga dalam memilih calon pemimpin tak hanya memperhatikan perspektif dari satu aspek saja.

Umumnya, masyarakat menentukan pilihan dari sisi kepribadian, integritas dan leadership yang tinggi, tidak diukur dari seberapa besar kekayaan seorang kandidat.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ir. Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam mengatakan, setidaknya ada beberapa kriteria yang seharusnya dimiliki oleh calon yang akan memimpin Kabupaten Solok untuk lima tahun mendatang.

“Bagi warga Kabupaten Solok, seorang pemimpin harus punya pribadi yang bagus, merakyat, tidak kasar dan suka tegur sapa. Kalau hanya menyerang calon lain dengan cara-cara tak terpuji, itu sangat jauh dari budaya kita,” papar Afdal Jp. Tamsin Dt. Indo Alam.

Dirinya berharap,mudah-mudahan tak ada calon Bupati Solok yang punya tabiat yang terpuji seperti ini. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan imam atau pemimpin yang adil itu, untuk meluruskan yang bengkok, membimbing yang zalim, memperbaiki yang rusak, membela yang lemah, dan pelindung yang teraniaya.
Dikatakan, hubungan seseorang yang akan menjadi pemimpin dengan orang yang akan dipimpin, harus terjalin dengan baik, sehingga tercipta rasa aman dan damai di kabupaten Solok. Bagaimana seseorang akan menjadi pemimpin, bila di awal-awal sudah merusak hubungan dengan sikap-sikap yang kurang terpuji ?

Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian Darmasraya ini, seorang pemimpin yang baik bukan hanya memerintah orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan, apalagi kalau lebih banyak marah-marah dengan bahasa kasar. Tetapi pemimpin yang baik harus menyambangi warga dengan untuk memberikan keteladanan yang elok kepada rakyatnya.

“Kita melihat tipikal kepemimpinan yang didambakan masyarakat itu ada pada sosok Nofi Candra. Pengusaha muda yang banyak memiliki relasi ditingkat Nasional itu, adalah prototipe pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat,” jelas Afdal JP Tamsin.

Pemimpin harus mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah masyarakatnya, dan bukan harus mendengarkan kata hatinya saja.

Ditambahkan, pemimpin yang baik akan berkomunikasi dan mempertimbangkan apa yang jadi keinginan masyarakat dan bukan malah apa yang menjadi keinginannya.

Untuk itu, selaku tokoh ninik mamak sekaligus pemerhati daerah, Afdal Jp. Tamsin berharap agar masyarakat memilih pemimpin yang dapat menjadi pemimpin pemberi arah yang mengayomi, melayani, bukan pemimpin untuk dilayani.

“Kita butuh pemimpin yang memiliki visi dan misi yang berpihak kepada peningkatan ekonomi kerakyatan. Pemimpin yang responsif, seorang pemimpin yang bisa selalu tanggap dalam setiap persoalan kebutuhan dan harapan rakyatnya. Pemimpin yang beriman, berkepribadian baik (integritas), dan memiliki keahlian memimpin atau skill of leadership,” tambah Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam.

Afdal sampai memberi kesimpulan demikian, karena menurutnya, memilih pemimpin itu adalah memilih kepribadian dan mengenal track recordnya.

“Kita mengajak semua, marilah pilih pemimpin yang benar-benar lahir dari rahim akar budaya Minangkabau, yang tahu ereng jo gendeng, yang sopan dan memiliki integritas. Nofi Candra memiliki kriteria demikian,” ajak Datuak Rj. Indo Alam. (Am Charlen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here