Beranda Daerah SPN Geruduk Kantor IDI, Terkait Dugaan Malpraktek Dan Pungli Di RSUD Sekarwangi

SPN Geruduk Kantor IDI, Terkait Dugaan Malpraktek Dan Pungli Di RSUD Sekarwangi

437
0

Aksi unras dipicu adanya dugaan malpraktek di RSUD Sekarwangi terhadap pasien balita berusia 4 tahun anak dari salah seorang anggota SPN yang mengalami kondisi memburuk setelah mendapat perawatan.

Sukabumi | Pasien atas nama AAG yang baru berusia 4 tahun sempat menjalani tindakan medis di RS Sekarwangi dengan keluhan diare pada Kamis (2/7/2020), setelah sepekan dirawat kondisinya tidak kunjung membaik justru malah semakin memburuk

Setelah menjalani perawatan selama satu minggu kondisi kesehatan pasien tidak kunjung membaik, justru perut Pasien menjadi kembung. Kemudian pada Rabu malam (8/7), dilakukan tindakan medis / operasi oleh Dokter, namun selang lima hari usai menjalani operasi pada Senin (13/7) malah keluar cairan fase dari bekas jahitan.

Hal itu, akhirnya berbuntut panjang hingga menuai sorotan dari berbagai pihak, bahkan berujung aksi unjuk rasa dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) beberapa waktu lalu.

Diketahui sebelumnya, Massa buruh yang tergabung dalam SPN itu, melakukan aksi unras dengan menggerudug RSUD Sekarwangi serta mendatangi kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukabumi pada Jum’at (24/7) lalu.

Kali ini, ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) itu, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukabumi, Jalan Karangtengah Kecamatan Cibadak, Sukabumi – Jawa Barat, Selasa (4/8/2020).

Aksi unjuk rasa, yang digelar di depan kantor IDI Kabupaten Sukabumi,, bertempat di jalan Raya Karang tengah – Cibadak, mengakibatkan kemacetan dan menyulitkan pengguna untuk bisa melewati ruas jalan trsebut.

Sementara itu, Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sukabumi Budi Mulyadi selaku koordinator aksi, saat diwawancara di tengah-tengah aksi unjuk rasa mengatakan, ” aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari dua aksi yang telah dilakukan sebelumnya.

” Aksi unras kali ini merupakan aksi lanjutan sebagai tindak lanjut  dari dua aksi unras yang telah dilakukan sebelumnya,,” ujarnya.

Menurutnya, aksi sebelumnya SPN secara tegas meminta IDI Kabupaten Sukabumi untuk menggelar sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) atas peristiwa yang menimpa anak anggota SPN yang mengalami kondisi memburuk setelah menjalani operasi.

“SPN telah melayangkan surat pengaduan terkait dugaan malpraktek serta dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh 2 orang oknum dokter praktek di RSUD Sekarwangi-Cibadak,” ujar Budi

Namun sampai Senin (3/8) kemarin, pihak IDI terkesan tidak merespon surat pengaduan yang dilayangkan beberapa waktu lalu, perihal dugaan malpraktek dan dugaan maraknya pungutan liar (pungli-red) dilingkungan RSUD Sekarwangi.

” Sampai saat ini, Kami belum memiliki kepastian terkait waktu pelaksanaan, kapan sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran akan dilaksanakan. Sehingga kami melakukan aksi di kantor IDI Kab.Sukabumi,” ungkap Budi,

Lebih lanjut, Ia mengatakan, “Adapun, hasil kesepakatan dalam aksi kali ini, SPN akhirnya menerima surat pernyataan dari IDI Kabupaten Sukabumi bahwa sidang MKEK akan mulai digelar Rabu (5/8) besok.

“Apabila hasil kesepakatan ini dilanggar, maka kami akan kembali menggelar aksi unras yang lebih besar untuk menuntut keputusan dari majelis kehormatan etik kedokteran agar dalam mengambil keputusan harus transparan dan profesional,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua IDI Kabupaten Sukabumi, dr.Aria Firmansyah memastikan tahapan awal persidangan MKEK akan mulai dilaksanakan Rabu (5/8) besok. Disinggung, terkait tuntutan atas dugaan malpraktek dan pungli di RSUD Sekarwangi Cibadak, tidak banyak betkomentar.

“Kami belum bisa menentukan hal ini, karena sidangnya kan belum berjalan, nanti yang akan menentukan dilihat dari MKEK nya.
Jadi saya belum bisa memutuskan, karena tahapan awalnya kan baru akan di mulai besok, nanti baru bisa dilihat seperti apa hasil sidang tersebut,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here