Beranda Daerah Tahun 2020 Pemkab Ende Targetkan PAD 90 Milyar

Tahun 2020 Pemkab Ende Targetkan PAD 90 Milyar

245

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan berdasarkan rancangan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, Telah ditetapkan Target PAD Tahun 2020 untuk Kabupaten Ende yaitu sebesar Rp 90 Milyar.

Ende, NTT | Langkah – langkah dan upaya untuk bisa mencapai target yang telah ditetapkan tersebut yakni melalui rapat, khusus untuk dalam rangka memudahkan obyek pajak dan subyek pajak dalam melakukan kewajibannya untuk membayar pajak, maka melalui APBD Perubahan tahun 2019, Badan Pendapatan Daerah  (Bapenda) Kabupaten Ende telah menganggarkannya dan memasang peralatan berupa TV Box sebanyak 10 unit yang dipasang di 4 Hotel dan 6 Restaurant/Rumah Makan yang ada di kota Ende dan telah dilakukan uji coba sehingga kita bisa melihat langsung pengunjung yang datang, karena sudah terkoneksi langsung dan telah terpasang sehingga terekam baik dengan sistimnya, pada akhir Desember 2019 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapenda Ende, Yohanes Nislaka kepada media ini diruang kerjanya belum lama ini. Dikatakan Nislaka, “untuk realisasi PAD Kabupaten Ende tahun 2020 ini, yang bersumber dari 9 jenis pajak termasuk Pajak Hotel, Pajak Restaurant/Rumah Makan, Galian C, Pajak Bumi dan Bangunan, Retrebusi dan Penerimaan lain – lain yang sah yang ada di Kabupaten Ende, Maka dapat ditargetkan dan ditetapkan untuk tahun 2020 ini PAD Kabupaten Ende sebesar Rp 90 Milyar,” ungkap Nislaka.

Angka ini naik kalau dibandingkan dengan tahun 2019 kemarin yang targetnya hanya Rp 80 Milyar. Dan meski dalam realisasinya hanya mencapai Rp 63.074.981.549 dan jauh dari angka yang ditetapkan pada tahun 2019 tersebut, karena disebabkan oleh 2 hal yakni, ada penyebab internal dan penyebab eksternal.

Penyebab internalnya, ada obyek pajak tertentu yang waktu penetapannya target itu ditetapkan, tetapi dalam tahun anggaran berjalan tiba – tiba ada subyek pajak yang pindah keluar. Contohnya Rumah Makan, sehingga obyek pajaknya menjadi hilang.

BACA JUGA :  Video Conference Bupati Melawi Terkait Penyelenggaraan Pemilu

“Ada penyebab lainnya juga misalnya ada alat – alat produksi misalnya sewa alat berat di Dinas PU, waktu itu penetapan awal sebagai bagian dari pendapatan daerah. Tetapi penyebab ekternalnya, misalnya sekarang ada rekanan – rekanan proyek yang mempunyai alat berat sendiri sehingga sewa jasa penggunaan alat berat tersebut menjadi berkurang ditambah dengan kerusakan – kerusakan sehingga itu juga akan mengganggu pencapaian target,” jelas Nislaka.

Hotel Grand Wisata Ende yang dipasang TV Box oleh Bapenda Kabupaten Ende. (03/01/2020)

Selain itu juga, lanjut Nislaka di Pajak Bumi dan Bangunan ada sabagian obyek pajak menjadi hilang itu akibat dari penjualan tanah. Dengan demikian tanahnya sudah dijual kepada pihak lain, tetapi belum dilakukan balik nama untuk perolehan hak atas tanah, maka dengan demikian obyek pajaknya menjadi berkurang dan itu  banyak terjadi didalam sektor perkotaan.

“Jadi, itulah faktor – faktor penyebabnya sehingga target Rp 80 Milyar pada tahun 2019 lalu tidak kita capai karena ada penyebab itu,” sambung Nislaka.

Di tahun 2020 dengan terpasangnya TV Box dibeberapa hotel dan restaurant/rumah makan tersebut, Bapenda dapat melihat secara langsung pengunjung yang datang karena telah terkoneksi dengan sistim yang ada dan berharap, faktor – faktor penyebab ditahun 2019 lalu dapat teratasi dengan baik.

“Selain itu,  Bapenda sudah melakukan Rapat bersama 14 OPD penerima dan dalam evaluasi bersama tersebut, untuk Kabupaten Ende pembayaran pajak untuk 9 jenis pajak dilakukan secara online sehingga target PAD kita, yakni Rp 90 Milyar bisa tercapai,”  pungkas Kepala Bapenda Ende, Yohanis Nislaka.

Komentar Facebook