Beranda Daerah Tak Cukup Bukti, Kasus Perampasan Melibatkan Oknum Perwira Polisi Dihentikan

Tak Cukup Bukti, Kasus Perampasan Melibatkan Oknum Perwira Polisi Dihentikan

103
0

Pasuruan, Jatim

Dinilai tak cukup bukti, kasus dugaan perampasan yang melibatkan perwira polisi dihentikan. Hal itu tertuang dalam Surat Perkembangan Hasil Penelitian Laporan No : B /13/V/2022/Reskrim tanggal 23 Mei 2022 ditanda tangani Kapolsek Beji AKBP Ahmad. Dalam surat tersebut, menyebut tidak ditemukan cukup sehingga kasus itu dihentikan penyelidikannya.

“Benar kasus itu dihentikan penyelidikannya karena tidak cukup bukti,” kata Kapolsek Beji, Kompol Ani.

Dalam prosesnya kasus itu, dirinya tidak mengetahui secara detail kontruksi kasusnya. “Saya baru menjabat Kapolsek Beji. Masuknya kasus itu jamannya Kapolsek lama,” imbuhnya.

“Coba nanti tak tanyakan perkembangan kasusnya ke kanitreskrim kenapa kasus itu dihentikan,” tambahnya.

Terpisah, Dr. Anang korban perampasan dan penganiayaan merasa kecewa dihentikan kasus yang menimpa dirinya. Menurutnya, analisa penyidik dalam melakukan penyelidikan kasusnya kurang jeli dan terkesan ada tekanan oknum perwira polisi.

“Jelas saya kecewa, dihentikan kasusnya oleh penyidik tidak mendasar. Semua bukti serta saksi ada, mulai dari rekaman CCTV di lokasi kejadian sudah saya serahkan ke penyidik, apalagi visum dan hasilnya sudah jelas terbukti. Lalu bukti apa lagi?,” herannya.

Ia menduga, dihentikannya kasusnya karena ada intimidasi dari si oknum perwira itu. Seharusnya polisi khususnya Polsek Beji yang menangani kasusnya itu bekerja secara profesional, bukan sebaliknya.

Sebelumnya, HD pangkat AKP bertugas di Polda Jatim bersama MF disebut istrinya, beberapa kali mejalani pemeriksaan di Polsek Beji dan Polres Pasuruan. HD diduga terlibat perampasan dan penganiayaan dr. Anang di kawasan prateknya di Jalan Raya Surabaya-Beji Desa Cangkring Malang, Beji, Kabupaten Pasuruan, dan juga sudah diperiksa di Polda Jatim beberapa waktu lalu. Cincin emas milik korban dirampas oleh MF dibantu HD dari belakang memiting korban, lalu si MF menarik cincin yang dipakai korban. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here