Beranda Daerah Takut Dikonfirmasi Terkait Kasus Korupsi, Kadishub Kota Sabang Bawa Nama Kajari Sabang

Takut Dikonfirmasi Terkait Kasus Korupsi, Kadishub Kota Sabang Bawa Nama Kajari Sabang

175
0
Kadishub Kota Sabang, Ir. Sarbini

Sabang, Aceh

Diperkirakan takut dikonfirmasikan terkait kasus dugaan korupsi yang kini sedang diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sabang, Ir. Sarbini, sebut nama pimpinan penyidik.

Sebelumnya, beberapa kali dihubungi awak media, Kadishub Kota Sabang, Ir. Sarbini terkesan menghindar dari incaran wartawan. Pasalnya, yang bersangkutan selalu ada alasan saat hendak ditemui awak media. Bahkan, ketika pekerja pers ingin bertemu di luar kota, saat dirinya sedang tidak berada di tempat juga menghindar.

Seperti ketika dihubungi awak media pada hari Sabtu (10/04) siang, yang bersangkutan mengaku sedang berada di luar kota dan saat dikonfirmasi tentang berapa jumlah bus yang dioperasikan, Kadishub malah balik bertanya untuk apa ditanya soal itu.

“Untuk apa ditanya berapa jumlah bus yang dimiliki Dinas Perhubungan Sabang, saya baru ketemu sama Kajari,” kata Kadishub, Sarbini, melalui telepon genggam miliknya 0811689xxxx, Sabtu (10/04/2021).
Padahal beberapa waktu lalu Kadishub Kota Sabang mengakui, bahwa dirinya masih mengikuti cara lama dalam proses pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sparepart, seperti yang dilakukan mantan Kadishub sebelumnya yang kini sedang diproses hukum oleh Kejari Sabang.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Choirun Parapat, SH., MH., dengan tegas mengatakan, dirinya tidak pernah ketemu dengan Kadishub Kota Sabang, Ir. Sarbini, kecuali ketemu di jalan seperti di kapal kalau kebetulan sedang tugas ke kota Provinsi Aceh.

“Ngarang dia itu, saya tidak pernah mau ketemu Kadishub bapak Sarbini,” ungkap Kajari, yang berhubungan baik dengan wartawan ini, Sabtu (10/04/2021), saat dikonfirmasi melalui handphonenya.

Seperti diketahui, Dinas Perhubungan Kota Sabang kini sedang diperiksa oleh Kejari Sabang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BBM dan sparepart untuk operasional kendaraan dinas. Bahkan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya IS, mantan Kadishub dan SH, pengelola SPBU Nomor. 14.235 409, pada anggaran tahun 2019.

Kerugian negara akibat korupsi tersebut ditaksir mencapai Rp 577.295.631 dari total anggaran Rp 1.567.456.331, bersumber dari DPPA Rp 1.656.190.846 yang berada pada Dinas Perhubungan Kota Sabang. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here