Beranda Seputar Sumbar Tanggap Dampak Gempa, Gubernur Sumatera Barat Gelar Rakor Pemetaan Masalah Dan Penanganannya

Tanggap Dampak Gempa, Gubernur Sumatera Barat Gelar Rakor Pemetaan Masalah Dan Penanganannya

35
0

Pasaman Barat, Sumbar

Dalam rangka pemecahan masalah-masalah krusial yang terjadi pasca gempa 6,2 SR di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi, adakan Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (28/2/2022).

Rapat yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat ini diikuti antara lain oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dipimpin langsung oleh Buya Mahyeldi, rapat diisi dengan pemaparan pemetaan masalah-masalah dari berbagai OPD Provinsi yang tergabung dalam penanggulangan bencana pasca gempa, seperti masalah infrastruktur, dapur umum, suplai makanan pokok bagi masyarakat gempa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat serta upaya penanganannya.

Terpantau sampai saat ini, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir untuk masyarakat gempa. Baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan mendesak yang dipesan oleh korban. Namun bantuan tersebut belum sepenuhnya dapat tersalurkan korban gempa, penyebab-kendala yang terjadi dilapangan, seperti belum terdatanya korban gempa dengan baik maupun persoalan-persoalan lainnya.

“Saya meminta semua data-data tentang masalah-masalah yang terjadi harus detail, harus jelas, harus terpetakan dengan jelas agar jelas pula penanganannya, selanjutnya bantuan yang diterima serta pendistribusiannya juga harus jelas,” tegas Buya Mahyeldi.

Selanjutnya Buya Mahyeldi berharap semua pihak terkait, untuk terus melakukan koordinasi satu sama lain, agar setiap masalah yang terjadi dilapangan dapat dikomunikasikan dengan baik.

“Saya harap semua pihak terkait untuk terus memantau, melakukan koordinasi secara terus menerus, bangun juga komunikasi dengan jorong, agar jelas data warga yang korban gempa per daerah,” terang Buya Mahyeldi.

Diakhir rapat, Buya Mahyeldi menginstruksikan agar segera dibuatkan SK Tim Panitia penanggulangan bencana, sehingga memetakan data semua warga yang terkena dampak gempa, baik berat, maunpun ringan, baik di Kabupaten Pasaman maupun Pasaman Barat.

Sementara itu data terbaru dari BPBD untuk korban gempa di Kabupaten Pasaman Barat tercatat 5 orang meninggal dunia, 37 orang luka berat, 310 orang luka ringan dan lebih kurang 10.000 orang mengungsi. Sedangkan untuk pemukiman penduduk tercatat sebanyak 400 rumah rusak dan beberapa fasilitas umum lainnya.

Sedangkan di Kabupaten Pasaman tercatat 6 orang korban meninggal dunia, 5 orang luka berat, 36 orang luka ringan, 4 orang hilang serta lebih kurang 3000 orang mengungsi, untuk pemukiman penduduk tercatat lebih dari 1000 rumah rusak, longsor dan kerusakan di beberapa fasilitas umum. (AAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here