Beranda Daerah Terjadi “Kericuhan” Di Pengadilan Negeri Sabang

Terjadi “Kericuhan” Di Pengadilan Negeri Sabang

52
0

Sabang, Aceh

Tidak seperti biasanya, pada hari Kamis (11/2/2021), sekira pukul 14.30 Wib terdengar raungan sirene mobil Dinas Kebakaran (Damkar) yang memecah keheningan siang menuju gedung Pengadilan Negeri (PN) Sabang.

Atas kejadian tersebut, disusul pula iring-iringan mobil pengamanan Polisi dari satuan pengamanan dari Polres Sabang, dan mobil ambulance milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang.

Kesibukan pada siang itu rupanya sedang digelar simulasi penanganan kericuhan sidang dan upaya pembakaran gedung pengadilan oleh terdakwa dan keluarganya.

Simulasi diawali di persidangan dengan agenda pembacaan putusan dalam perkara penganiayaan, terdakwa yang dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun tidak terima dan bermaksud menyerang Majelis Hakim.

Petugas keamanan persidangan dan Penasihat Hukum terdakwa berupaya mengamankan terdakwa, tetapi karena terdakwa berontak dan membabi buta, Penasihat Hukum yang turut melerai terkena pukulan di wajahnya. Pada saat bersamaan, keluarga terdakwa yang terpancing emosinya, berupaya melakukan pembakaran kantor pengadilan, sehingga membuat panik semua pihak.
Melihat kondisi tersebut, atas perintah Ketua PN Sabang, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sabang langsung menelpon Pemadam Kebaran Kota Sabang serta Polres Sabang dan RSUD Kota Sabang untuk meminta bantuan.

Dalam hitungan detik, mobil pemadam kebakaran, Polisi dan ambulance datang ke pengadilan dan dengan sigap petugas berhasil memadamkan api dan mengendalikan siituasi.

Sedangkan Penasihat Hukum terdakwa yang menjadi korban, segera dilarikan ke RSUD Sabang untuk mendapatkan pertolongan.

Dihubungi media ini setelah acara, Humas PN Sabang, Fajri Ikrami, S.H., menjelaskan bahwa simulasi kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiap siagaan warga pengadilan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan terjadi.

“Ini merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen risiko, mengingat kericuhan dan kebakaran di Pengadilan bisa saja terjadi sewaktu-waktu dan kami harus siap mengantisipasinya,” demikian ungkap pria yang baru saja mengakhiri masa lajangnya.

Acara simulasi berjalan dengan lancar berkat kerjasama dan dukungan dari pihak-pihak terkait, yaitu BPBD Kota Sabang, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sabang, Kejaksaan Negeri Sabang, Polres Sabang, RSUD Kota Sabang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kota Atas, Keuchik Kota Atas, dan masyarakat Gampong Kota Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here