Beranda Daerah Terkait Rapid Test Bagi Santri, Ini Kata Bupati

Terkait Rapid Test Bagi Santri, Ini Kata Bupati

149
0

Mengenai Rapid Test Pemerintah Daerah terbatasnya anggaran dan belum bisa untuk melaksanakan secara keseluruhan.

Semoga kedatangan santri di Ciamis berjalan dengan baik dan lancar dan sehat semuanya. – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya –

Ciamis, Jawa Barat | “Pemkab Ciamis melalui tim Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melaksanakan rapid test disetiap Kecamatan dengan memusatkan ke titik keramaian seperti pasar dan tempat lainnya,” ujar Herdiat.

Secara akurasi RDT kurang/tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akurat. Presentasinya 50:50, tapi kalau PCR SWAB bisa 90% dipertanggungjawabkan.

Berkaitan dengan pengecekan santri yang jumlahnya mencapai 30ribu lebih, Pemkab Ciamis belum bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan tes RDT atau PCR SWAB.

“Semoga kedatangan santri di Ciamis berjalan dengan baik dan lancar dan sehat semuanya,” tambah Herdiat.

Protokol Santri Kembali ke Pondok Pesantren

Sementara Kepala Kementrian Agama Kabupaten Ciamis, Agus Abdul Kholilk mengungkapkan, terkait Protokol Santri kembali ke Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia telah membuat regulasi terkait penyelenggaraan kegiatan pesantren dalam masa Pandemi COVID-19.

Adapun protokol kesehatan bagi santri masuk kembali ke pesantren diantaranya;

  1. Pastikan fisik dalam keadaan sehat dibuktikan dengan keterangan dari intansi kesehatan setempat(Puskesmas/RSUD);
  2. Membawa Peralatan makan minum sendiri ;
  3. Membawa Vitamin C, nutrisi ketahan tubuh untuk 1 bulan kedepan dan membawa masker dan hand sanitizer;
  4. Membawa sajadah tipis yang ringan dan mudah dicuci;
  5. Memperhatikan pengaturan mengenai Protokol Penggunaan sarana transportasi dan diusahakan menggunakan kendaraan pribadi;
  6. Pengantar tidak masuk asrama;

Sedangkan untuk protokol sampai di pondok :

  1. Sampai di Pondok, Menjalani test PCR/Rapid Test. Selama belum ada hasil negatif santri menjalani isolasi di tempat yang sudah disediakan.
  2. Tidak bersalaman dengan pengasuh, guru dan teman selama masa pandemi belum dinyatakan berakhir;
  3. Menjaga jarak saat berinteraksi, shalat/beribadah, belajar dan tidur;
  4. Selalu menggunakan masker, sering cuci tangan pakaí sabun dan selalu menyiapkan hand sanitizer;
  5. Mengkonsumsi vitamin C, E, madu dan makanan/minuman bergizi setiap hari untuk menjaga imunitas tubuh;
  6. Tidak makan dan minum di satu wadah bersama-sama dan tetap mengikuti protokol kesehatan;
  7. Hanya menggunakan pakaian, handuk, peralatan mandi dan kasur sendiri;
  8. Tidak keluar lingkungan pondok kecuali untuk kepentingan khusus dengan persetujuan pengasuh;
  9. Walisantri/keluarga tidak diperkenankan menjenguk selama pandemi belum berakhir;
  10. Jika terpaksa harus dijenguk, agar Santri yang sakit segera diisolasi untuk dirawat di kamar khusus/poskestren/klinik Pesantren. Apabila perlu penanganan dengan wali

Sumber : Humas Pemkab Ciamis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here