Beranda Sorot Tersinggung Dengan Spanduk Dirlantas : Formama Halbar Minta Kapolri Copot Kapolda Malut

Tersinggung Dengan Spanduk Dirlantas : Formama Halbar Minta Kapolri Copot Kapolda Malut

253

Polemik spanduk Dirlantas Polda Maluku Utara yang dipajang di salah satu pojok kota Ternate mendapat sorotan keras dari aktivis perempuan yang juga Sebagai Direktur LSM Forum Anak Marimoi (Formama) Halbar, Jumat (10/07/2020).

Kami secara kelembagaan sangat tersinggung dan mengutuk keras Perkataan pelecehan terhadap perempuan dengan label janda  lewat Spanduk  yang dibuat oleh Dirlantas Polda Malut dan meminta kepada Kapolri untuk Mencopot Kapolda Malut dari Jabatannya dan meminta Polda Malut untuk meminta maaf secara resmi kepada semua kaum perempuan yang berstatus janda lewat media, cetak dan elektronik serta lewat video dan di sebarkan di media sosial sebagaimana yang suda dilakukan oleh Polda Malut lewat Spanduk yang disebarkan di Kota Ternate. “Imelda Tude, SE”

Imelda Tude, SE

Halmahera Barat, Maluku Utara |BU| Kepada sejumlah awak media, Imelda Tude, SE aktivis perempuan yang eksis membela hak-hak perempuan dan anak di Maluku Utara ini menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Dirlantas Polda Malut melalui spanduk edukasi untuk penguna jalan raya sangat menciderai dan melecehkan kaum perempuan, pasalnya tulisan yang terpampang di spanduk tersebut sangat menghina dan melukai hati kaum perempuan yang berstatus janda.

“Seharusnya ada kata-kata yang lebih bijak dan sejuk yang dipakai oleh Dirlantas Polda Malut bukan kata-kata yang melecehkan seperti itu, kami sangat tersinggung, ada apa dengan status janda ?? sehingga menjadi meme yang men justice seperti itu,” ucap Imel sapaan akrabnya kesal.

Polri merupaka Rastra Sewa Gotama bagi setiap warga Indonesia yang didalamnya adalah perempuan, jika Pihak Kepolisian saja secara gamblang melecehkan derajat Perempuan dengan status Janda bagaimana dengan masyarakat awam.

BACA JUGA :  Produksi Gabah Padi Dharmasraya Cukup Untuk Konsumsi Sampai Akhir Tahun

“Ini sudah masuk unsur pelecehan derajat Perempuan dengan status janda dan unsur kekerasan secara psikis yang dilakukan oleh Polda Malut secara institusi kepada kami,” tutur Imelda yang juga pendiri salah satu LSM Perempuan dan Anak di Kabupaten Halmahera Barat.

“Kami secara kelembagaan sangat tersinggung dan mengutuk keras Perkataan pelecehan terhadap perempuan dengan label janda  lewat Spanduk  yang dibuat oleh Dirlantas Polda Malut dan meminta kepada Kapolri untuk Mencopot Kapolda Malut dari Jabatannya,” kesal Imel

“Dan meminta Polda Malut untuk meminta maaf secara resmi kepada semua kaum perempuan yang berstatus janda lewat media, cetak dan elektronik serta lewat video dan di sebarkan di media sosial sebagaimana yang suda dilakukan oleh Polda Malut lewat Spanduk yang disebarkan di Kota Ternate,” tegas Imel.

Komentar Facebook