Beranda Daerah Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Pembangunan TPA Lhok Batee, Kejari Sabang...

Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Pembangunan TPA Lhok Batee, Kejari Sabang Periksa Lahan

66
0
Foto: Tim Jaksa Penyidik Kejari Sabang, didampingi Dinas Pertanian, Kantor BPN dan DLHK memeriksa lokasi lahan TPA Lhok Batee, Gampong Cot Abeuk, Kota Sabang, Kamis (30/6/2022).

Sabang, NAD

Dalam rangka menindaklanjuti kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang periksa lokasi yang terletak di Lhok Batee, Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Kamis (30/6/2022).

Pemeriksaan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan TPA tersebut, turut dihadiri oleh Dinas Pertanian Kota Sabang, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sabang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang.

Berdasarkan surat pers rilis yang diterima media ini Nomor : PR–14 /L 1.16/D.2.4/06/2022 bahwa pada hari Kamis (30/6/2022), Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sabang melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kasus dugaan korupsi pembebasan lahan TPA Lhok Batee Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang pada DLHK Kota Sabang tahun anggaran 2020, yang dipimpin langsung oleh Kajari Sabang Choirun Parapat, SH., MH., bersama dengan Tim Dinas Pertanian Kota Sabang, BPN Kota Sabang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Sabang dan Auditor dari Kota Sabang.

Choirun Parapat, SH., MH., menjelaskan, pemeriksaan lokasi TPA sampah tersebut dimaksudkan untuk melengkapi alat bukti dalam penyidikan. Fokus pemeriksaan terutama ditujukan terhadap pengecekan secara riil jumlah dan jenis tanaman yang telah diganti rugi diluar objek tanahnya sendiri yaitu seluas 19.851 m2.

Sebagaimana telah pernah direlease sebelumnya pada 16 Maret 2022, bahwa Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sabang telah memulai penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan TPA sampah Lhok Batee tersebut, yang menggunakan anggaran Pemko Sabang senilai lebih kurang Rp. 4 miliar rupiah.

“Berdasarkan bukti-bukti permulaan telah ditemukan adanya indikasi mark up dalam pembebasan lahan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Intelijen Kejari Sabang Jen Tanamal, SH., mengungkapkan bahwa sejauh ini Tim Jaksa Penyidik telah memeriksa sebanyak 17 orang saksi, dan juga berdasarkan hasil sementara pemeriksaan lapangan tersebut telah ditemukan bukti tambahan yang semakin memperkuat dugaan adanya perbuatan melawan hukum pidana yang dapat merugikan negara.

Lebih lanjut Kajari Sabang Choirun Parapat, SH., MH., juga menyampaikan bahwa Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sabang tetap profesional dalam bekerja, dan dalam waktu secepatnya akan segera ditentukan siapa tersangka yang patut dimintai pertanggungjawaban atas kasus tersebut. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here