Beranda Daerah Tokoh Mahasiswa Aceh Kecewa Terkait BEM Aceh Terima Dana Hibah Dari Pemerintah

Tokoh Mahasiswa Aceh Kecewa Terkait BEM Aceh Terima Dana Hibah Dari Pemerintah

103
0
Sulthan
RSUD Tobelo

Banda Aceh, NAD

Tokoh mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby, kecewa berat atas penerimaan dana oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Aceh dari pemerintah. Pasalnya, dalam penerimaan dana sebesar Rp.100 juta itu mucul pada anggaran hibah pemerintah.

“Saya kecewa nama BEM muncul dalam lembaran penerimaan dana hibah dari pemerintah Aceh, karena dana yang diberikan oleh pemerintah Aceh itu kini sudah menjadi santapan publik dan viral di media sosial,” kata Sulthan Alfaraby, dalam rilisnya yang diterima media ini, Kamis (14/01/21).

Surat tersebut jelas Sulthan bertuliskan “KEPUTUSAN GUBERNUR ACEH NOMOR 426/1675/2020 TENTANG PENETAPAN PENERIMA DAN BESARAN DANA HIBAH KEPADA BADAN/LEMBAGA/ORGANISASI SWASTA DALAM RANGKA PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 PROVINSI ACEH TAHUN 2020” sehingga kini menjadi viral di media sosial bersama 100 penerima lainnya.
Sebenarnya lanjut Sulthan Alfaraby, dirinya tidak mempermasalahkan sedikit pun terkait informasi penerima dana hibah untuk lembaga pemuda dan mahasiswa itu, selama hal tersebut diaplikasikan dengan baik dan benar serta berdampak positif bagi rakyat Aceh. Terutama bagi masyarakat kurang mampu yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Saya rasa ya tidak masalah, dan saya dukung karena itu bagus. Tapi yang perlu saya garis bawahi, selama dana itu bisa diaplikasikan dengan baik dan benar serta bermanfaat bagi rakyat Aceh yang khususnya itu bagi yang kurang mampu. Apalagi mereka juga terkena dampak pandemi, usaha mereka juga ada yang gulung tikar. Hal ini juga tadi saya baru bahas saat diskusi dengan salah satu BEM yang mengatakan pihaknya tidak mau menerima (dana hibah),” ungkapnya.

Mahasiswa Aceh Barat ini juga menyebutkan, dana hibah dengan total Rp 9 miliar lebih tersebut yang diberikan kepada lembaga, harusnya bukan untuk sosialisasi, melainkan dengan mengadakan pelatihan khusus yang berpotensi mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kreatifitas generasi muda Aceh di tengah keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

“Total nominal keseluruhan sebesar Rp.9 miliar lebih itu, saya rasa bisa digunakan untuk pelatihan khusus yang bisa mengurangi angka pengangguran, bukan untuk sosialisasi Covid-19 saja. Karena untuk sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga bisa, malah gak butuh biaya besar. Dana itu juga baiknya digunakan untuk meningkatkan kreatifitas generasi muda di tengah keterpurukan ekonomi saat ini agar mereka bisa lebih mandiri,” tegasnya.

Terakhir, Sulthan Alfaraby kecewa dengan pernyataan BEM di Aceh beberapa waktu silam yang mengkritik petisi yang dikeluarkan Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI), karena lebih pro kepada pemerintah. Menurutnya, hal tersebut adalah sebuah lelucon, yang dimana BEM di Aceh awalnya tidak setuju mendukung pemerintah namun kini ada yang masuk dalam daftar penerima hibah dari pemerintah.

“Saya harap BEM di Aceh bisa berani mengkritik teman-temannya yang masuk dalam daftar penerima dana hibah tersebut, supaya tidak menjadi lelucon. Menurut saya aneh aja terkait pernyataan waktu lalu (tidak pro pemerintah), kok berbeda dengan kabar yang beredar sekarang,” harap Sulthan.

Terakhir, Sulthan Alfaraby juga menyatakan bahwa dari awal pandemi Covid-19 diumumkan di Aceh, pihaknya sudah berupaya untuk membantu pemerintah dalam hal penekanan angka Covid-19. Mulai dari menyumbangkan Hand Sanitizer, masker, bahan pokok serta sosialisasi kepada masyarakat.

“Sejak dari awal kita sudah dukung pemerintah dalam upaya penekanan angka Covid-19, mulai dari menyumbangkan Hand Sanitizer, masker, bahan pokok serta sosialisasi bahaya Covid-19. Semua yang kita lakukan adalah dari pribadi dan berharap semoga bisa bermanfaat, karena tidak ada kepentingan selain membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya

Terkait rilis yang disampaikan tokoh mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby, ke awak media, sampai berita ini dirilis pihak Badan Eksikutif Mahasiswa Aceh tidak berhasil dikonfirmasi. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here