Beranda Daerah Transportasi Dan Komunikasi Menjadi Kendala Utama Desa Raburia Saat Ini

Transportasi Dan Komunikasi Menjadi Kendala Utama Desa Raburia Saat Ini

18
0

Ende, NTT

Pleno Mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) ST. Ursula Ende, Flores, NTT tahun 2021 tentang Pemenuhan Hak Sipil Anak di desa Raburia Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, selain masalah tentang Pemenuhan Hak Sipil Anak tersebut, Mahasiswa juga menemukan berbagai kendala seperti masalah akses Transportasi dan Komunikasi dan juga masalah dibidang Pendidikan dan Kesehatan. Ini merupakan kendala utama yang ada di desa Raburia, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Apabila masalah transportasi dan komunikasi tidak segera ditangani dan dituntaskan, maka bisa dikatakan Desa Raburia ini masih tergolong desa yang paling terbelakang.

Hal ini terungkap saat pelaksanaan kegiatan Pleno Mahasiswa STPM ST. Ursula Ende bersama warga masyarakat Desa Raburia di Aula Kantor Desa Raburia, Jumat (24/9/2021) lalu.

Kondisi terkini jalan Desa Raburia, Kec. Ende

Seperti disaksikan Media Bhayangkara Utama, akses jalan atau transportasi dan komunikasi cukup sulit dan hal ini menjadi kendala yang sangat serius yang dialami warga desa Raburia, Kecamatan Ende saat ini.

Kepala Desa Raburia, Ambrosius Mani, S.Pd., kepada media Bhayangkara Utama mengatakan,Pemerintah Desa Raburia mengapresiasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) ST. Ursula Ende. Pasalnya, memasuki minggu terakhir kegiatan tersebut dipandang telah membantu masyarakat dan Pemerintah Desa.

“Harus saya akui hadirnya mereka di Desa Raburia menyentuh langsung dengan harapan-harapan kami di desa, sehingga kami merasa terbantu. Misalnya ada program pemenuhan Hak sipil anak, yang sangat kami butuhkan, kemudian ada kegiatan lain, hingga sampai pada mengemas diskusi kampung dan pleno jadi masukan yang sangat bermanfaat untuk kami, kami mengapresiasinya. Saya kira kehadiran Mahasiswa STPM di sini sangat dibutuhkan lagi ke depannya, karena kami juga butuh dampingan dari Akademisi,” ungkap Kades Ambros.

Seperti disaksikan Media Bhayangkara Utama, dimana diskusi berjalan alot ketika salah satu program yang disepakati dalam pleno itu, yakni program di bidang transportasi dan komunikasi mulai dibahas. Warga masyarakat tampak antusias membahasnya, lantaran kondisi jalan menuju Desa Raburia memprihatinkan serta ketiadaan akses informasi turut menghambat percepatan pembangunan di wilayah itu.

Kades Raburia, Ambrosius Mani, S.Pd.

Salah satu warga lantas menyentil janji Pemerintah Daerah yang disampaikan langsung oleh Bupati Ende serta beberapa anggota Dewan beberapa saat lalu, mengenai pengerjaan jalan dalam kesempatan kunjungan di Raburia.

Untuk itu pihaknya meminta Bupati Ende untuk segera memperhatikan kondisi jalan tersebut karena beliau sendiri pernah berjanji dan bahkan sudah memerintahkan Dinas PUPR, tetapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut. “Jadi kami minta tolonglah pemerintah segera realisasi. Dulu juga ada anggota dewan yang berjanji bahkan sampai tanda tangan surat pernyataan, kalau jalan ini tidak dikerjakan, Tahun 2024 mereka tidak akan datang kampanye di sini, omong soal jalan ini, sudah dari dulu,” ungkap beberapa warga.

Pernyataan itu juga dibenarkan oleh Kades Raburia. Karena itu, dirinya berharap Bupati Ende dapat menepati janjinya mengingat kondisi jalan yang demikian tidak hanya dinikmati oleh warga Raburia, tetapi juga warga desa lain di sekitarnya yang telah berdampak pada lambatnya pelayanan publik seperti dibidang kesehatan.

“Hasil pleno tersebut kemudian menjadi catatan pemerintah Desa Raburia, untuk diteruskan dalam Musrenbangdes, hingga Musrenbangcam,” ungkap Kepala Desa Raburia, Ambrosius Mani, SP.d. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here