Beranda Bhayangkara Trotoar : Hak Pejalan Kaki di Kebiri, Pemerintah di Desak Tertibkan PKL

Trotoar : Hak Pejalan Kaki di Kebiri, Pemerintah di Desak Tertibkan PKL

59

Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) dan Dinas Perumahan Pemukiman (Diperkim), pernah mengelontorkan anggaran yang cukup Fantastis, melakukan penataan trotoar dan taman di sekolah Pasar Semi Modern (PSM) Cisaat, Jawa Barat.

Sukabumi | Namun sejumlah kalangan menilai, dalam proyek pembangunan trotoar dan taman di Jalan Kaum Pasar Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada tahun 2018 dinilai tak tepat manfaatnya untuk masyarakat.

Namun ironisnya, dalam perjalanan proyek penataan trotoar dan taman publik tersebut, dinilai hanya menghambur uang rakyat. Pasalnya, sejak penataan trotoar dan taman usai, tetap hak pejalan kaki terkebiri dan fasilitas taman tidak terawat.

“Coba tengok kondisi sekarang, trotoar yang seharusnya digunakan untuk perjalan kaki, kembali dikuasai oleh para pedagang kali lima (PKL) untuk menjajakan dagangannya, mirisnya tidak tersisa lahan trotoar untuk pejalan kaki,” cetus Erick Setiawan, Anggota Aliansi Pemerhati Publik Sukabumi dan Aktivis Peduli Lingkungan.

Padahal, tujuan Pemerintah melalu dinas terkait, menata trotoar dan taman diruas jalan PSM Cisaat, tujuannya untuk menata dan menertibkan para PKL. Sayangnya setelah selesai ditata, kini para PKL makin merajalela tidak teratur dan semrawut.

“Harusnya setelah selesai dilakukan penataan lahan trotoar dan taman, tidak ada lagi para PKL yang menjajakan dagangannya diatas trotoar dan menutup taman yang dibangun beberapa tahun kebelakang,” ujarnya.

“Kondisi saat ini para PKL makin menjamur dan semrawut, Diarea trotoar dan taman malah dibangun kembali laprakan-laprakan dan canopi untuk berjualan PKL disana. Aturanya’kan sudah tidak boleh ada PKL lagi disana (Atas Trotoar). Jadi buat apa ditata trotoarnya bila tidak dinikmati oleh masyarakat yang paling hak menggunakannya untuk berjalan kaki,” kesal Erick.

BACA JUGA :  Safari Jumat Barokah Kapolda Sumatera Utara

Kalau memang demikian, kata Erick, program penaatan PKL di PSM Cisaat yang dilakukan Disperindagkop yang sekarang berubah nama DPKUKM maupun Dinas Perkim, dianggap sudah gagal dan terkesan hanya menghambur-hambur biaya saja. Sedangkan biaya penaatan PKL disana relatif besar hingga mencapai ratusan juta rupiah.

“Kalau memang sekarang disepanjang ruas jalan itu dipenuhi PKL lagi, berarti Dinas jelas-jelas hanya membuang anggaran cuma-cuma saja, tanpa ada upaya kembali menata dan mengembangkan fungsi trotoar dan taman tersebut untuk masyarakat, bukan malah dipake para PKL atau Kios Lapak di PSM Cisaat,” kata dia.

Untuk itu, Erick bersama masyarakat yang mendambakan keaman dan penataan trotoar yang nyaman. Meminta kepada pihak DPKUKM, Disperkim, Satpol PP, maupun Kecamatan, bisa melakukan langkah tegas dalam menindak para pedagang yang sengaja merampas hak pejalan kaki.

“Pemerintah harus bisa bertanggung jawab dengan kondisi semrawutnya PKL di PSM Cisaat. Penggunaan anggaran untuk penataan trotoar dan taman oleh dinas, harus tepat sasaran dan progres penataan PKL nya bisa tercapai. Bukan malah justu sebalikya kondisi PKL malah terkesan semrawut saja,” kesal Erick.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda dan aktivis peduli lingkungan Arif Rahman (39), mengaku kesal dan jengkel saat hendak melintas berjalan kaki menggunakan trotoar, semua akses umum (trotoar) hampir tidak ada, tertutup barang dagangan yang dijajakan lapak PKL dan Lapak Kios.

“Dari masuk mulai portal Lapang Sepak bola Cisaat menuju Pasar, itu akses trotoar tidak ada tertutup barang dagangan. Kita harus berjubelan ke tengah jalan raya, dengan hilir mudiknya kendaraan yang melintas, mungkin bagi pedagang ini hak biasa, meski hak pejalan kaki tidak terpikirkan,” ketus dia.

BACA JUGA :  Satbrimobda Banten, Sambang Duka di Lingkungan Kesuren

Arif meminta kepada pihak Dinas terkait, untuk bisa mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Progres serta tujuan penataan trotoar disana sudah jelas aturanya.

“Kami berharap ada langkah kongkrit dari semua pihak dinas terkait untuk mengembangkan pungsi trotoar di PSM Cisaat. Kenapa begitu, anggaran yang dipakai itu uang rakyat, dan tujuan dibangun trotoar untuk pejalan kaki, bukan untuk para pedagang,” tegas Arif.

Erick maupun Arif sebagai masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan pembangunan, meminta kepada Pemerintah, agar PKL bisa kembali tertata rapi disepanjang jalan trotoar dan agar dibersihkan.

“Kami mendesak secepatnya PKL di Pasar Cisaat bisa ditata kembali, sehingga bisa terlihat rapi dan tertata baik, secara kasat mata kondisinya sangat kumuh dan terkesan acak-acakan,” tandas dia

Facebook Comments