Tumpahan Minyak Di Perairan Kepulauan Riau

0
11

Terkait permasalahan yang terjadi di Kepulauan Riau, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memanggil perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, TNI Angkatan Laut.

Jakarta, BU – Sapta Putra Ginting, Kasubdit Restorasi Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP memberikan penjelasan bahwa pencemaran disebabkan kapal-kapal yang sembarangan membuang sisa limbah dan minyak di perairan Kepulauan Riau.

“Jadi ada kapal yang buang minyak berikut sisa-sisa limbah ke perairan di sekitar Riau, entah di dalam negeri atau perairan internasional,” ujarnya seperti dilangsir detik.com, Senin (30/9/2019).

“Hari ini fokusnya terhadap minyak yang dibuang di perairan sekitar Kepulauan Riau, itu ada Batam dan Bintan. Jadi ini kasus bertahun-tahun, limbahnya banyak di sekitar Kepulauan Riau,” sambung Sapta.

Kapal-kapal tersebut  membuang muatan sisa malam hari dengan berhenti di tengah laut, melepaskan sisa minyak dan limbahnya ke laut.

Pencemaran lain juga disebabkan praktek pembersihan tangki (tank cleaning) sebelum kapal masuk ke Singapura, permasalahannya jasa tersebut ada yang legal dan illegal, bagi yang legal penyedia jasa akan mengolah kembali sisa minyak pembersihan tersebut.

“Kapal yang buang minyak berikut sisa-sisa limbah ke perairan di sekitar Riau, entah di dalam negeri atau perairan internasional,”

Sementara penyedia jasa pembersih tangki illegal mereka akan membuang secara asal sisa pembersihan ke dalam laut karena tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah minyak yang kebanyakan memakai karung plastik lantas ditimbun di dalam laut yang akan pecah terkena ombak, sehingga minyk tersebut merebak kemana-mana.

“Yang ilegal ini masalahnya, memang dia lebih murah cuma dia nggak punya fasilitas pengolahan, jadi dia pakai karung plastik buat minyak sisanya lalu ditimbun di dalam laut, waktu kena ombak dia pecah dan kemana-mana minyaknya,” pungkas Sapta.

BACA JUGA :  Polri Persilahkan Abu Rara Jenguk Anaknya Yang Jalani Program Deradikalisasi

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here