Beranda Daerah Ujang Tursina Angkat Bicara Atas Viralnya Pemberitaan Di Beberapa Media Online Atas...

Ujang Tursina Angkat Bicara Atas Viralnya Pemberitaan Di Beberapa Media Online Atas Cuitan Di Akun Facebook Miliknya

103
0

Pandeglang, Banten

Viralnya pemberitaan di beberapa media online di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, atas cuitan yang diunggah di akun Facebook Ujang Tursina, mengundang reaksi keras dari beberapa organisasi media online, sehingga hal ini menimbulkan narasi serta argumentasi dari seluruh wadah Persatuan Jurnalis yang ada di Kabupaten Pandeglang, hingga mengadakan rapat pembahasan, serta pelaporan kepada pihak Aparat Penegak hukum.

Selain itu, akan diadakannya aksi demo pada tanggal 30 Maret 2022 yang bertempat di Kantor Bupati Pandeglang, DPMPD dan Polres Pandeglang, karena dianggap adanya dugaan unsur pelemahan tugas, fungsi dan peranan Pers dari cuitan itu.

Sementara itu Ujang Tursina, SH., saat ditemui di kediamannya akhirnya angkat bicara. Dirinya menjelaskan dalam cuitannya di akun Facebook miliknya itu, harus dibaca dan dilihat serta dapat menelaah secara objektif secara utuh agar rekan media memahaminya tidak sepotong-sepotong, dikarenakan hal itu ditujukan untuk kebaikan “R” sendiri.

“Dalam cuitan saya, hanya sebuah himbauan kepada Pemerintah dan masyarakat, untuk mewaspadai adanya pihak yang mengaku-ngaku wartawan, dan kepada aparat Polisi untuk bisa membedakan mana yang wartawan sebenarnya dan mana wartawan yang hanya mengaku-ngaku saja,” ungkap Ujang, Jumat (25/3/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dirinya bermaksud untuk menjaga marwah nama baik wartawan itu sendiri, agar bisa menjunjung tinggi kode etik dalam melaksanakan tugasnya sebagai wartawan. Hal itulah dirinya berstatement sebenarnya ditujukan kepada saudara “R”, untuk bisa menjaga marwah wartawan.
“Saya berharap kepada kawan-kawan, agar tidak terprovokasi hanya untuk kepentingan persoalan pribadinya,” pintanya.

Menyinggung perihal rangkap jabatan yang menjadi predikatnya selama ini, dikatakan oleh beberapa media sebagai Pengacara dan juga BPD di Desa Sobang.

Ia menegaskan, bahwa hal itu tidak melanggar aturan. Ia mengaku, itu berdasarkan hasil musyawarah serta keinginan dari pada warga desanya sendiri.

Terpisah Yudi Sutira, SH., merupakan salah satu praktisi hukum yang sebelumnya sudah malang melintang di lapangan, saat dikonfirmasi media Bhayangkarautama.com., melalui WhatsApp, dirinya mengatakan itu hal yang wajar sebagai pemberitahuan atas legalitas insan Pers sebagai lembaga kontrol sosial, konotasi yang diuraikan oleh UT masih dalam sebatas hal yang wajar, tidak seharusnya mesti diributkan dan dibesar- besarkan, dan kalau dalam menjalankan tugas dan fungsinya dilengkapi dokumen dan surat tugas dll, intinya berlegalitas jelas dan resmi terdaftar keabsahannya kenapa mesti takut?.

“Karena Regulasi dalam dunia jurnalis adalah UU Nomor 40 TH 1999 Tentang Pers, itu yg menjadi landasan sebagai fungsi kontrol dalam mencari sebuah berita yg berimbang,” kata Yudis.

Yudis menambahkan, dirinya sepakat dengan apa yang disampaikan UT perihal pentingnya suatu legalitas.

“Saya rasa bisa dibenarkan pendapatnya agar tidak ada yang ngaku-ngaku wartawan, sehingga ada sebuah benteng pemisah mana wartawan yang sebenarnya, mana wartawan yang tidak memiliki legalitas,” pungkasnya. (Tardi W.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here