Beranda Daerah Viral, Cekcok Adu Mulut Dengan Petugas Cek Point Pemilik Majelis Roudhotus Salaf...

Viral, Cekcok Adu Mulut Dengan Petugas Cek Point Pemilik Majelis Roudhotus Salaf Bangil

95
0

Video yang viral di media sosial terkait adu mulut pemilik Majelis Roudhotus Salaf Bangil, Habib Umar Abdullah Assegaf terhadap salah seorang petugas jaga di pos cek point Exit Tol Satelit.

Dari dalam mobil terdengar suara dari penumpang yang melarang pengemudi untuk putar balik dan memaksa untuk melanjutkan perjalanan ke arah masuk Kota Surabaya. – Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko –

Jatim | Terlihat Dalam video yang berdurasi 1 menit 23 detik tersebut, adu mulut antara ulama dengan sejumlah petugas cek point berujuang penganiyaan yang dilakukan oleh seorang oknum Satpol PP dengan memukul dan menendang sang ustad bersorban.

Kejadian tersebut  diketahui terjadi pada Rabu, 20 Mei 2020 sekitar pukul 16.45 WIB. Habib Umar terlihat menggunakan kain sorban, cekcok dan saling dorong dengan salah seorang petugas, Habib Umar terlihat sempat memukul petugas tersebut yang kemudian dibalas dengan pukulan tangan kosong serta ditendang oleh petugas.

“Sekira pukul 16.45 wib, anggota Satlantas Polrestabes Surabaya menghentikan kendaraan Toyota Camry dengan Nopol N 1 B dari Arah Malang. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang didapati bahwa pengemudi tidak menggunakan masker dan penumpang melebihi ketentuan PSBB,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait video tersebut.

Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan kejadian bermula saat anggota Satlantas Polrestabes Surabaya melaksanakan pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke Kota Surabaya di pos cek point tersebut.

Saat itu, petugas pun langsung meminta kepada pengemudi yang menggunakan mobil merk Toyota Camry warna hitam dengan nomor polisi N 1 B tersebut untuk putar balik, kembali ke daerah asalnya.

“Namun dari dalam mobil terdengar suara dari penumpang yang melarang pengemudi untuk putar balik dan memaksa untuk melanjutkan perjalanan ke arah masuk Kota Surabaya,” ujarnya.

Trunoyudo menjelaskan, alasan petugas meminta putar balik terhadap pengemudi. Lantaran mobil tersebut bukan berasal dari Kota Surabaya.

“Pertama yang bersangkutan Plat Diluar L dan W maka dilakukan pengecekan juga maksud dan tujuannya kedatangan di Kota Surabaya. Kedua Supir tidak menggunakan masker, ketiga kapasitas melebihi batas 4 orang,” jelasnya. (edyson)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here