Beranda Hukum Viral Video Perkelahian Pelajar, Ini Langkah-Langkah Yang Sudah Dilakukan Polres Empat Lawang

Viral Video Perkelahian Pelajar, Ini Langkah-Langkah Yang Sudah Dilakukan Polres Empat Lawang

27
0

Empat Lawang, bhayangkarautama.com

Polres Empat Lawang melakukan langkah-langkah penanganan terkait viralnya video perkelahian siswi SMP dan siswi SMA di Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.

“Hari Rabu tanggal 18 Januari 2022 sekira pukul 07.30 Wib, telah viral video di medsos dan pemberitaan di media, terkait perkelahian siswi SMP dan SMA di Desa Seleman Ilir, Kec. Muara Pinang, Kab. Empat Lawang,” kata Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno melalui Kasi Humas AKP Hidayat, Minggu (22/1/2023).

Peristiwa sesuai video yang viral tersebut benar ada dan terjadi di Desa Seleman Ilir, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan, didapat informasi bahwa peristiwa tersebut mulanya terjadi pada Minggu tanggal 15 Januari 2023 sekira pukul 10.00 Wib, dan video perkelahian kedua siswi tersebut baru beredar di WhatsApp pada Rabu, 18 Januari 2023.

“Kapolres Empat Lawang AKBP Helda Prayitno, M.M., memerintahkan Kapolsek Muara Pinang Iptu Indra Gunawan untuk melaksanakan penyelidikan sehubungan dengan viralnya video perkelahian tersebut,” ujar Kasi Humas.
Masih kata AKP Hidayat, saat dikonfirmasi kepada pihak salah satu sekolah di Kecamatan Muara Pinang, tempat salah satu siswi tersebut dan juga dikonfirmasi dengan Kepala Desa Seleman Ilir, bahwa untuk kasus perkelahian tersebut sudah diupayakan untuk berdamai secara kekeluargaan, namun tidak tercapai kesepakatan damai.

Kemudian pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2023, datang ke Polsek Muara Pinang orangtua salah satu siswi atas nama FI, melaporkan seorang perempuan atas nama Ln, bahwa dirinya ( FI) telah ditampar/dipukul oleh Ln (Bibinya Bu).

“Terkait laporan orangtua Fi ke Polsek Muara Pinang, Polsek Muara Pinang kembali melakukan mediasi antara keluarga Bu (korban dalam video viral) dan bibinya Bu bernama Ln dengan FI, namun sampai Jumat pagi tidak tercapai kesepakatan damai.

Sehubungan dengan tidak tercapainya kesepakatan damai tersebut, kemudian dari pihak keluarga Bu pada hari Jumat tanggal 20 Januari 2023 ,melaporkan kasus viralnya video dan adanya peristiwa pengeroyokan dan pencemaran nama baik ke Polres Empat Lawang.

“Sehingga masing-masing kedua belah pihak membuat laporan pengaduan dengan 2 peristiwa berbeda, yaitu peristiwa pengeroyokan pada 15 Januari 2023 dan peristiwa penganiayaan terhadap anak pada 17 Januari 2023,” ungkapnya.

Setelah laporan pengaduan kedua belah pihak diterima, kemudian pihak penyidik di Polsek Muara Pinang dan Satreskrim Polres Empat Lawang melakukan langkah-langkah penanganan kasus sesuai ketentuan yang diatur dalam KUHAP dan UU Perlindungan Anak. (Sandri, SE.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here