Beranda Daerah Virus ASF Serang Ternak Babi Di Kabupaten Ende

Virus ASF Serang Ternak Babi Di Kabupaten Ende

88
0
Marianus Alexander, Kadis Pertanian dan Peternakan Kab. Ende
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Ende, NTT

Virus yang menyerang ternak babi, African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular. Virus ini menimbulkan pendarahan pada organ internal babi. Angka kematian pada ternak babi sangat tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander, saat dikonfirmasi media ini diruang kerjanya Jumat (5/3/2021) lalu menjelaskan, tingkat kematian pada ternak babi dikarenakan Virus ASF di Kabupaten Ende sempat menurun pada November 2020, namun kembali melonjak di akhir Januari 2021 lalu.

Alexander menyebutkan, total kematian ternak babi sebanyak 647 ekor. Bahkan pada Maret ini bertambah menjadi 1.428 ekor. Staf medis Bidang Peternakan dan Kesehatan telah dikerahkan ke titik-titik rawan yang mengalami pelonjakan tersebut, seperti di Kecamatan Wewaria dan Kecamatan Maukaro.

Namun ASF telah menyebar di kecamatan lainnya seperti Kotabaru, Maurole, Detusoko, Kelimutu, Ndona Timur, Ende, Nangapanda dan Wolowaru. Untuk mengatasi masalah ini, lanjut Marianus, perlu terapkan tiga hal yaitu komunikasi, investigasi dan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan Biosecuriti. Adapun yang dimaksud dengan Biosecuriti adalah kegiatan yang bertujuan untuk melindungi ternak dari bahaya serangan virus dan penyakit atau pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dengan mencegah semua kemungkinan tertularnya ASF tersebut. Dan saat ini Bupati Ende telah mengeluarkan surat edaran untuk para Camat, Polsek dan Koramil untuk mengawasi lalu lintas keluar masuknya ternak babi antar daerah atau wilayah.

Regina Anna Awa, Kabid Peternakan dan Kesehatan

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan dan kesehatan, Regina Anna Awa, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, pemberantasan Virus ASF pada ternak babi ini dibutuhkan kesadaran masyarakat khususnya para peternak untuk tidak membawa, memindahkan ternak babi ke tempat lain apabila diketahui ternak babinya mengalami gejala sakit.

Dikatakan Regina, saat ini Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan sudah turun sosialisasi ke Kecamatan dan menyampaikan langsung kepada masyarakat peternak tentang bahaya Virus ASF yang menyerang ternak babi. “Dan kita dari pihak Dinas menghimbau apabila ada ternak babi yang tiba – tiba ada gejala sakit dan mati diharapkan untuk dikuburkan saja dan jangan dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan tubuh kita,” ujarnya.

Lebih jauh Regina menjelaskan, untuk saat ini vaksin virus ASF belum ada di Kabupaten Ende dan Flores umumnya, dan untuk menekan angka kematian pada ternak babi maka dihimbau kepada masyarakat peternak untuk selalu waspada dan memperhatikan kebersihan kandang, pemberian pakan ternak dan dilarang untuk memindahkan ternak babinya ke kandang lain, ke tempat lain atau antar Desa dan Kecamatan, karena apabila hal ini dilakukan maka potensi penularannya sangat cepat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Marianus Alexander dan Kabid Peternakan dan Kesehatan, Regina Anna Awa, meminta kepada masyarakat peternak untuk melaporkan apabila ada ternak babinya sakit dan mendadak mati, agar bisa diketahui dan didata di Dinas.

Ketika ditanya, dampak perekonomian yang dirasakan oleh masyarakat peternak akibat dari Virus ASF tersebut, Alexander dan Regina mengatakan, Pemerintah akan memperhatikan hal tersebut tentunya setelah Virus ASF ini benar – benar bersih dan aman dari Kabupaten Ende dan Flores umumnya dan sudah ada Vaksinnya, pasti Pemerintah akan memberikan bantuan karena ada program atau bantuan melalui Pides/Pikel, ungkap keduanya.
(Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here