Beranda Daerah Wabup Sidoarjo Sidak Tracing Covid-19 Di Sekolah Al Muslim Wadung Asri

Wabup Sidoarjo Sidak Tracing Covid-19 Di Sekolah Al Muslim Wadung Asri

58
0

Sidoarjo, Jatim

Kembalinya varian baru yang timbul kali ini, perlu diwaspadai bahwa varian tersebut bisa menyerang siapa saja, dengan harapan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat luas pada umumnya, juga pada anak-anak.

Bahwa sekolah Al Muslim Jl. Raya Wadung Asri No 39F, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, telah melakukan tracing Covid-19, maka Pemkab Sidoarjo dengan tanggap untuk melakukan sidak di sekolah tersebut yang dihadiri oleh H. Subandi, S.H., Wabup Sidoarjo didampingi Camat Waru, Mahendra Rudy Setyawan beserta Dinas Pendidikan Kharis Achmadi, Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Sidoarjo, dr. Atok Illah, Sabtu (5/2/2022).

H. Subandi, S.H., telah menyampaikan bahwa varian baru Covid-19 jenis Omicron ini gejalanya sakit tenggorokan saja. “Insya Alloh empat hari sudah selesai. Tetapi tetap jaga protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah,” terangnya.
“Dan tracing dilakukan serentak pada hari ini di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Saya melihat di sekolah Al Muslim hari ini, dan disampaikannya untuk para orangtua jangan takut, karena anak anaknya telah melakukan tracing,” ucapnya.

Wabup Subandi berusaha menenangkan siswa SD Al Muslim ketika menjalani tracing, dan akan dilaporkan pada Sabtu (5/2/22) pukul 15.00 Wib kepada Bupati Sidoarjo.

“Apakah tatap muka di atas 50 persen dibolehkan atau tidak tergantung Pemerintah Daerah. Kita menjaga agar aset kita yakni anak-anak menjadi permasalahan akibat adanya varian baru ini, terutama di dunia Pendidikan,” pungkasnya.

Sedangkan yang disampaikan dari Bunda Fatimatus Zahro sebagai kepala sekolah SD Al Muslim tersebut bahwa memang benar adanya seorang guru pembimbing ada yang positif kena Covid-19, karena beliau ga mengeluhkan apa-apa, hanya mengatakan sakit tenggorokan, ditensipun ga ada masalah namun setelah itu siang merasakan seperti masuk angin dan sore langsung antigen ternyata positif.

Dengan sigap sebagai kepala sekolah telah melaporkan kepada pengawas dan telah membuat surat bahwa ada anggotanya ada yang kena dan diajukan ke Dinas Pendidikan, juga sudah dikordinasikan pada Dinkes, kemudian Rabu malam gerak cepat membuat surat untuk wali murid tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dimulai hari Kamis sampai hari Senin untuk melakukan lock down untuk menghindari rasa was-was, yang telah dikordinasikan sama pihak Yayasan, ada 94 siswa yang ditracing terdiri dari 4 kelas, dan yang berkenan swab pada hari ini ada 30 karena sebagian ada yang test mandiri, harapannya mudah mudahan tidak ada yang positif dan bisa masuk kembali,” tuturnya. (Sun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here