Beranda Bhayangkara Wakapolres Ciamis Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Pangandaran

Wakapolres Ciamis Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Pangandaran

131
0
RSUD Tobelo

Bhayangkarautama. Com

Pangandaran – Wakapolres Ciamis Kompol Rendy Setia Permana, S.I.K., SH., M.M., menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Pangandaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (22 Oktober 2020).

Turut serta hadir dalam acara tersebut, Pjs. Bupati Pangandaran, Dr. H. Dani Ramdan, M.T., Sekda Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Kusdiana, M.M., Danramil 1322/Cijulang, Kapten Inf Sutamat, Asda I Kabupaten Pangandaran, Drs. Rida Nirwana, Asda II Kabupaten Pangandaran, Drs. Tatan Rusnandar, Asda III Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Suheryana, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin, dan Para Kepala SKPD Kabupaten Pangandaran. Selain itu hadir pula perwakilan NU Kabupaten Pangandaran serta perwakilan para santri se-Kabupaten Pangandaran.

HUT Bahayangkara

Pada kesempatan tersebut bertindak selaku Inspektur Upacara, Pjs. Bupati Pangandaran H. Dani Ramdan. Sementara untuk pemimpin upacara yakni Kasri, pembaca teks UUD 1945, Dede Umar, pembaca resolusi jihad, Asep Siroj, dan doa diisi oleh DR. H. Ujang Sutaryat.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara, Dr. H. Dani Ramdan, M.T., menyampaikan, patut disyukuri bahwa santri memiliki hari yang teramat istimewa, dimana setiap tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Hari Santri. Ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

“Tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan,” kata Dani.

Selain penetapan Hari Santri, lanjut Dani, santri dan pesantren juga telah memiliki Undang Undang Nomer 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Undang Undang ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Agar Undang Undang pesantren lebih implementatif, kita semua sadar sepenuhnya bahwa pesantren adalah entitas yang rentan dengan persebaran Covid-19. Keseharian dan pola komunikasi para santri yang terbiasa tidak berjarak antara satu dengan lainnya adalah model komunikasi yang Islami, unik dan khas, namun sekaligus juga rentan terhadap penularan virus,” katanya

Akan tetapi, Dani menuturkan, tidak pula dapat dipungkiri pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

“Kita semua berikhtiar agar pandemi segera berlalu. Keluarga besar pesantren, santri, masyarakat Indonesia, dan warga dunia bisa melewati pandemi ini dengan baik,” tandasnya.

Dalam pelaksanaan upacara peringatan hari santri di Kabupaten Pangandaran, para peserta yang hadir mempedomani protokol kesehatan. Mereka yang hadir menggunakan masker dan saling menjaga jarak kontak sosial guna mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Jurnalis

Muhamad Rifa’i

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here