Beranda Daerah Waktu Pengerjaan Proyek Kabanjahe-Simpang Ujungaji Anggaran 13 Milyar Patut Dipertanyakan

Waktu Pengerjaan Proyek Kabanjahe-Simpang Ujungaji Anggaran 13 Milyar Patut Dipertanyakan

95
0

Tidak ditulisnya tanggal kontrak, nomor kontrak pada plang proyek pengerjaan pelebaran jalan Kabanjahe – Berastagi  yang memakan anggaran senilai Rp.13.795.037 Milyar menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, apalagi proyek yang sedang dikerjakan sumber dananya dari uang negara.

“Pengerjaan udah berbulan-bulan, namun plang tetap belum diganti ada apa sebenarnya, kenapa tanggal dimulainya pekerjaan tidak ditulis, sedangkan masa pelaksanaan ditulis, untuk itu kita berharap agar pihak BBPJN mengganti plank proyek dengan membuat tanggal dimulainya pekerjaan,” – Tarigan, Warga –

Tanah Karo, Sumut |BU| Sebab plang proyek berfungsi untuk memberikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan wujud transparansi, ujar warga Kabanjahe bermarga Tarigan ketika ditemui wartawan, Rabu (29/07/2020).

Menurut Tarigan, bahwasanya plang proyek dibuat agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh kontraktor. Kalau tanggal dimulai dan berakhirnya kontrak tidak dituliskan, bagaimana mungkin masyarakat tahu kapan berakhirnya proyek tersebut.

Ada apa dengan pihak BBPJN II Medan yang tidak menegur pihak kontraktor untuk menganti plang proyek dan menggantinya dengan plang proyek yang lengkap.

“Pengerjaan udah berbulan-bulan, namun plang tetap belum diganti ada apa sebenarnya, kenapa tanggal dimulainya pekerjaan tidak ditulis, sedangkan masa pelaksanaan ditulis, untuk itu kita berharap agar pihak BBPJN mengganti plank proyek dengan membuat tanggal dimulainya pekerjaan,” herannya.

Tidak hanya warga mengeluh, para pemerhati pembangunan  seperti  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pers menjadi kesulitan untuk mengetahui kapan kontrak kerja berakhir.

Lamhot Matondang (Rompi), Bangun (Helm)

Pada plang proyek yang dipasang pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan tersebut hanya tertera biaya proyek, kontraktor pelaksana, waktu pelaksanaan dan masa pemeliharaan.

Sementara nomor kontrak, tanggal pelaksanaan dimulai dan tanggal kontrak berakhir tidak dicatumkan,    Petugas konsultan proyek dari PT Citra Deikona mengaku bermarga Bangun dan pengawas pekerja dari konttaktor pelaksana PT Morganda Lamhot Matondang yang ditemui BU di lokasi proyek, Rabu (29/07/2020) mengaku tidak mengetahui tanggal pastinya.

“Yang kami tahu proyek sudah akan  selesai pada bulan Oktober mendatang,” kata mereka senada.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengawas dari pihak PU tidak berhasil ditemui, sementara kru BU sudah dua hari berusaha menjumpai dilokasi namun tidak bertemu sehingga tidak diperoleh penjelasan darinya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Bangun mengatakan bahwa volume pekerjaan ditambah sepanjang 200 meter tanpa penambahan biaya.

“Hal itu terjadi karena ada bagian dari pekerjaan yang telah dikerjakan pada tahun anggaran 2019 lalu yaitu pembangunan drainase. Sesuai perhitungan teknis, biaya  pembagunan drainase tersebut setara dengan biaya pertambahan volume proyek,” ujarnya.

Kedua petugas itu lebih lanjut mengatakan bahwa ada masalah yang menghambat pelaksanaan kerja yaitu  tentang pelepasan tanah (pembebasan lahan,red). Ada beberapa titik yang tidak bisa disentuh karena dilarang pemiliknya. Namun demikian mereka yakin pekerjaan akan selesai bulan Oktober ini.

Ketika ditanyakan kapan kontrak kerja berakhir mereka kembali mengatakan tidak tahu. (Erwin Perangin-angin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here