Beranda Peristiwa Warga Kabupaten Ende Salah Seorang Dari Korban Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Airlines

Warga Kabupaten Ende Salah Seorang Dari Korban Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Airlines

800
0

Ende, NTT

Sabtu, 09 Januari 2021, pukul 17:33 WIB waktu Jakarta kemarin,  Kementerian Perhubungan mengkonfirmasi maskapai penerbangan Sriwijaya disinyalir mengangkut 50 penumpang, “Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta – Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” tutur Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irwati. Pesawat membawa 50 penumpang, dan 12 kru, diantara penumpang terdapat 7 anak-anak dan 3 bayi.

Menurut informasi, Maskapai Sriwijaya Airlines dijadwalkan lepas landas pukul 13.25 WIB dan tiba di Pontianak pukul 15.00 WIB. Namun pesawat mengalami delay keterlambatan, sehingga pesawat lepas landas pukul 14.14 WIB dan semestinya tiba pukul 15.50 WIB.

Data manifest Sriwijaya Airlines

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh media ini, Minggu (10/01/2021), Pukul, 02.15 dini hari tadi, menyebutkan ada salah seorang warga masyarakat Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, masuk dalam data Manifes Pesawat Sriwijaya Air tersebut yakni, Feliks Wenggo, asal Pora Waga, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende.

Diinformasikan bahwa korban tersebut ikut dalam penerbangan pesawat naas tersebut dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimatan Barat. Salah seorang kerabat dekat korban, Roman Righi, menyebutkan bahwa nama Feliks Wenggo yang ada dalam data manifes tersebut adalah warga Pora, Wolojita.

Sedangkan dalam akun Facebook-nya (FB), Feliks Wenggo dituliskan, Eja Bojan ( bojan ) dan nama Feliks Wenggo adalah nama yang ada dalam KTP-nya, sebut Roman.

Feliks Wenggo doc.

Penelusuran media ini melalui akun Facebook milik Feliks Wenggo, (Eja Bojan (bojan) Red.), ” Embu Mama Jaga Kami Leka Tana Watu Ata ” (Nenek Moyang jaga kami di tanah rantau), status terahkir dituliskan kemarin sekitar pukul 11 : 48, sebelum penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak Kalimantan Barat, korban menuliskan, “Sampai jumpa lagi kota Jakarta yang banyak preman tipu – tipu” dengan melampirkan foto pribadinya yang sedang berada di terminal bandara Soetta. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here