Beranda Daerah Warga Masyarakat Meminta Pemerintah Perhatikan Ruas Jalan Nuabosi Ende

Warga Masyarakat Meminta Pemerintah Perhatikan Ruas Jalan Nuabosi Ende

181
0
Anggota DPRD Ende Fraksi Golkar, Ambrosius Reda
RSUD Tobelo

Ende, NTT

Nuabosi terkenal dengan penghasil ubi terbesar di Kabupaten Ende. Berbicara soal ubi, mata kita tentu tertuju pada Nuabosi di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT. Namun sayang, warga masih mengeluh dengan kondisi jalan yang rusak.

Kepala Desa Rando Tonda, Eduardus Misa dan Kepala Desa Ndetundora 1, Pius Dei, bersama warga sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kabupaten Ende untuk dapat memperhatikan jalur jalan tersebut. Mereka berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki, sehingga aksesnya mudah untuk bisa menghubungkan dengan Desa – desa tetangga seperti Desa Rando Rama, Desa Raburia, Desa Tomberabu 1 dan Desa Tomberabu 3 di Wilayah Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Kepala Desa Rando Tonda, Eduardus Misa, kepada media ini mengatakan, pihaknya bersama warga masyarakat Rando Tonda meminta agar dirubah Nomenklaturnya dari status jalan Propinsi menjadi jalan Kabupaten, sehingga dapat dianggarkan melalui APBD II Kabupaten Ende.

“Kami meminta supaya jalur jalan tersebut dari Desa Ndetundora 1 ke desa Rando Tonda diaspalkan saja lebih bagus ketimbang dirabatkan,” ungkap Kades, Eduardus Misa.

Karena menurutnya, Rabat tidak bisa tahan lama karena pada musim hujan seperti saat ini terus terkikis air hujan. “Memang karena tidak ada drainasenya. Sebaiknya di aspalkan saja lebih kuat dari pada Rabat,” tambah Eduardus.

Eduardus Misa, Kades RandoTonda

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Ende, Fraksi Partai Golkar, Ambrosius Reda, saat ditemui media ini mengatakan, “Sebagai DPRD pihaknya tentu selalu memperjuangkan usulan masyarakat. Untuk jalur jalan di Nuabosi khususnya adalah status jalan Kabupaten. Status jalan Propinsi batasnya sampai di Desa Ndetundora 1 saja. Kalau sesuai harapan warga masyarakat agar jalur jalan tersebut di aspalkan tentu kita butuh dana yang besar, karena untuk aspal atau lapen jangkauan 1 Km itu nilainya mencapai Rp 1 Milyar lebih,” ungkap Ambros.

“Mengenai jalan tersebut di Aspal atau Lapen maupun Rabat tentu kita kembali pada ketersediaan Anggaran. Tetapi ini adalah merupakan usulan terbaik dari warga masyarakat tentu kita tetap perhatikan dan perjuangkan,” ujarnya.

“Memang pekerjaan ini semuanya butuh waktu dengan kemampuan keuangan Daerah. Pihaknya tetap mengupayakan kalau jalan itu diprioritaskan dengan catatan, di Musrenbangdes dari sekian banyak desa – desa yang ada di kawasan Nuabosi tersebut kita prioritaskan usul untuk pembangunan jalan itu,” ungkap Ambros Reda. (Dami Manans)

HUT Bahayangkara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here