Warga Usulkan Pemekaran Desa Huburasi dari Kelurahan Watuneso, Kecamatan Lio Timur

0
361

Beberapa warga utusan masyarakat Kelurahan Watuneso, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, NTT datang menemui Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ende, Oktavianus Moa Mesi, S.T., untuk menyampaikan aspirasi dan menyerahkan Proposal berkaitan dengan pemekaran desa dari Kelurahan Watuneso, Jumat (1/12/2023).

Ende, NTT // Dalam pertemuan yang berlangsung diruang transit DPRD Ende, warga menyerahkan sebuah dokumen yang berkaitan dengan kondisi nama Desa yang akan dimekarkan serta beberapa syarat terpenuhinya dari syarat-syarat pemekaran.

Yulius Senda, Ketua Tim Pemekaran Desa menyampaikan maksud kedatangannya mereka. “Kami datang untuk meminta agar Kelurahan kami yakni sebagian Kelurahan Watuneso dimekarkan menjadi desa,” ujarnya.

Yulius menambahkan bahwa saat ini desa yang akan dimekarkan dari sebagian Kelurahan Watuneso itu, dihuni oleh 219 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 520 jumlah jiwa. Selain itu, warga juga sudah berkomitmen untuk menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas kantor desa.
Menanggapi aspirasi warga dari Kelurahan Watuneso tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ende, Oktavianus Moa Mesi, S.T., mengatakan, untuk menindaklanjuti keinginan warga kepada dinas terkait, maka warga datang menemui DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka. Usul pemekaran desa ini disebutnya sangat baik, asalkan memenuhi persyaratan dan undang-undang.

“Karena hal ini akan semakin mendekatkan pelayanan, apalagi dengan adanya dana desa sehingga lebih mempercepat pembangunan di desa,” ungkap Oktavianus Moa Mesi, S.T., Politisi Nasdem yang juga adalah Caleg DPRD Provinsi NTT ini.

Sementara, Plt. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Christiana Farida Muda Mite, S.T., yang pada kesempatan itu didampingi Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan, Saiful Moh. Mberu, S.Hum., mengatakan bahwa semua aspirasi untuk pemekaran desa diterima.

“Usul pemekaran ini juga sudah disampaikan beberapa desa sebelumnya dan kewajiban kami adalah menindaklanjuti keinginan masyarakat, sehingga sekarang kami sedang membentuk sebuah tim kerja yang akan mengkaji kesiapan desa sesuai persyaratan yang diamanatkan oleh undang-undang,” ungkapnya.

Dengan demikian, tambah Ida, rekomendasi dari tim kerja ini akan menentukan apakah sebuah desa atau kelurahan layak atau tidak untuk dimekarkan.
Warga Kelurahan Watuneso, yakni Yulius Senda sebagai Ketua Panitia Pemekaran bersama Martinus Tani sebagai inisiator pemekaran desa bersama Mikael Sola yang datang menyampaikan aspirasinya kali ini berharap, jika desanya memenuhi persyaratan untuk dimekarkan, mereka sudah menyiapkan nama untuk desa yang baru yaitu Desa Huburasi.

 Lanjut Ketua Panitia Pemekaran Desa, Yulius Senda mengatakan, kehadiran mereka di lembaga DPRD Ende yakni sebagai utusan masyarakat yang membawa harapan dan aspirasi masyarakat dari Kelurahan Watuneso sebagiannya, untuk melakukan pemekaran desa dari Kelurahan Watuneso menjadi desa baru yakni Desa Huburasi.

Yulius mengaku, pada kesempatan tersebut mereka membawa 3 (tiga) buah proposal pemekaran desa yang akan diserahkan kepada Bupati Ende, pimpinan DPRD Ende dan Kepala DPMD Kabupaten Ende.

“Tujuan aspirasi pemekaran desa ini yakni untuk memudahkan pendekatan pelayanan serta mengoptimalkan pemerataan pembangunan di desa. Kami bersyukur karena bisa langsung bertemu dan beraudiensi dengan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ende, Bapak Fian Moa Mesi, sehingga kami bisa mendapatkan gambaran dan penjelasan yang lebih detail terkait syarat dan proses pemekaran Desa menjadi definitif,” ujar Yulius.

Sementara, Martinus Tani sebagai inisiator pemekaran desa kepada media ini menerangkan, bahwa terkait syarat administrasi jumlah pendudukya sudah terpenuhi semuanya, yakni 219 KK dan 520 jiwa serta syarat-syarat lainnya.

“Hal terpenting dari permohonan pemekaran desa ini yakni soal untuk pendekatan pelayanan,” ungkap Martinus Tani. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here