Beranda Daerah Waspada!!! Penipuan Dengan Modus Jual Beli Mobil Hasil Lelang Kejaksaan

Waspada!!! Penipuan Dengan Modus Jual Beli Mobil Hasil Lelang Kejaksaan

116
0

Sukabumi, Jabar

Warga Kota Sukabumi berinisial HH, hampir saja menjadi korban sindikat penipuan dengan modus jual beli mobil hasil lelang oleh pihak kejaksaan.

HH menuturkan, berawal saat dirinya menerima panggilan telepon dari nomor ponsel yang tidak dikenalnya dan mengaku bernama Zul. Dalam pembicaraan lewat sambungan telepon seluler, pelaku mengaku sebagai anggota Satlantas Polresta Sukabumi dan sedang melaksanakan Pam di acara lelang yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

“Bahkan pelaku mengaku sebagai pemenang lelang satu unit kendaraan R4 merk Pajero Sport 4×4 Dakar tahun 2018,” ujar HH.

Dalam melancarkan aksinya pelaku mengajak calon korban untuk melakukan kerjasama dengan cara membantunya mengaku sebagai pemenang lelang tersebut, dan meminta calon korban agar segera menghubungi calon pembeli yang disebutkan namanya oleh pelaku yaitu Thoarick Wijaya/Asiong.
“Saya diminta oleh pelaku untuk mengaku sebagai pemenang lelang, lalu diminta untuk segara menghubungi calon pembeli yang sudah ada dan melakukan penawaran, yang menurutnya harganya sudah disepakati,” ujar HH.

Lebih lanjut, HH mengungkapkan, adapun harga yang disepakati dengan calon pembeli (Asiong red.) senilai Rp. 365 juta, yang pelaku berinisial Zul supaya calon korban memintakan uang muka kepada Asiong lalu ditransferkan ke nomer rekening Bendahara Unit An./T. M. Fikri, No. Rek: 0638-0102-3291-538 Bank BRI. Selanjutnya jika uang muka sudah ditransfer, untuk buktinya agar dikirimkan ke nomer WhatsApp 085361741926, atas nama Sastra SH., MH., selaku panitia lelang

“Yang menurutnya untuk bukti mengurus surat-surat kendaraan dan mengeluarkan kendaraan tersebut,” ungkap HH.

Lanjutnya, setelah harga disepakati, Asiong pun mentransfer uang Senilai Rp. 225 juta dengan bukti transfer diduga hasil editan. Namun menurutnya, kalau dirinya tidak percaya begitu saja apa yang disampaikan oleh para pelaku. Bahkan diakuinya, hingga melakukan penelusuran dengan cara mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Sabtu (5/2/2022).
“Saya tidak langsung percaya apa yang disampaikan oleh pelaku, lalu saya pun melakukan penelusuran untuk mengecek kebenarannya,dengan mendatangi Kejari Kota Sukabumi dan tidak ada penyelenggaraan giat lelang kendaraan apalagi har itu bertepatan hari libur kerja,” ucapnya.

Ironisnya, uang muka yang ditransfer oleh Asiong sebesar rp. 225 jt dikatakan tidak cukup untuk mengurus surat-surat dan mengeluarkan mobil, lalu para pelaku meminta calon korbannya untuk menanggulangi kekurangannya sebesar rp. 6 juta dengan terdengar nada memaksa.

“Dengan nada memaksa pelaku berinisial Zul meminta saya untuk menanggulangi dulu kekurangan uang muka sebesar rp. 6 juta,” ungkapnya.

Terkait permasalahan ini,saya menyimpulkan ini adalah modus baru yang dilakukan oleh sindikat penipu dalam memuluskan aksinya.

“Saya berharap kepada masyarakat Sukabumi khususnya dan masyarakat dimana pun berada umumnya, agar selalu waspada dan tidak cepat percaya apabila menerima telpon dari orang tidak dikenal yang mengajak kerja sama mengatasnamakan jual beli kendaraan hasil lelang Kejaksaan,”pungkasnya. (Ludy/Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here