Kapolresta Pekanbaru Bawa Ahli Bahasa Untuk Sosialisasi Pemilu Damai Ke Disabilitas

0
9
Ket foto: Kapolresta Pekanbaru, AKBP Jeki Rahmat Mustika.

Kapolresta Pekanbaru, AKBP Jeki Rahmat Mustika, mengambil langkah proaktif dengan membawa seorang ahli bahasa saat mengunjungi rumah Zulkarnain Nasution, seorang penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara.

Pekanbaru, Riua // Kunjungan Kapolresta Pekanbaru ini bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan damai terkait Pemilu 2024 kepada Zulkarnain dan istrinya, Rosita.

AKBP Jeki Rahmat Mustika tiba di rumah Zulkarnain sekira pukul 15.16 WIB, didampingi oleh Wakapolresta AKBP Henky Poerwanto, Kasat Reskrim Kompol Berry Juana, Kasat Narkoba Kompol Manapar Situmeang, dan Kasat Lantas Kompol Birgitta Atvina. Kedatangan mereka juga diwakili oleh Perwakilan Bawaslu.

Bertemu dengan Zulkarnain dan Rosita, Kapolresta Pekanbaru didampingi oleh ahli bahasa isyarat Dudung Burhanudin, menggali komunikasi dengan pasangan tersebut melalui bahasa isyarat.

Pertukaran pesan dan informasi terkait Pemilu Damai 2024 dilakukan dengan bantuan ahli bahasa isyarat, memastikan bahwa pesan tersebut dapat dipahami dengan baik oleh kedua penyandang disabilitas tersebut.

Zulkarnain dan Rosita dengan antusias bereaksi terhadap kehadiran Kapolresta Pekanbaru dan kolektif. Mereka menyatakan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam menyukseskan Pemilu Damai yang akan berlangsung pada Februari 2024 mendatang.

Selain memberikan informasi terkait Pemilu, Kapolresta Pekanbaru beserta anggotanya juga memberikan paket bantuan sosial kepada Zulkarnain dan beberapa warga lainnya yang membutuhkan di daerah Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, provinsi Riau.

“Hari ini kami memberikan bantuan sosial untuk menunjang kebutuhan pokok warga,” ungkap Kapolresta Pekanbaru, AKBP Jeki Rahmat Mustika.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu turut memberikan penjelasan singkat mengenai persiapan Pemilu dan menyatakan dukungannya terhadap upaya Polresta Pekanbaru dalam mensosialisasikan Pemilu Damai di Kota Pekanbaru.

Jeki menegaskan, bahwa kehadiran mereka, dan termasuk ahli bahasa isyarat bertujuan untuk memastikan bahwa pesan Pemilu Damai dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, termasuk yang memiliki keterbatasan.

Dudung Burhanudin ahli bahasa isyarat menyampaikan, bahwa antusiasme warga terlihat baik selama sosialisasi. Beliau juga memberikan penjelasan rinci mengenai proses dan tahapan partisipasi warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS), memastikan bahwa informasi tersebut dapat diakses dan dipahami oleh semua warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan. (Hend)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here