Aktifitas Gunung Iya di Kabupaten Ende Bergejolak

0
351
Foto: Gunung Iya di Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ada puluhan kali gempa vulkanik dan tektonik yang terjadi akibat aktivitas magmatik di Gunung Iya yang berlokasi di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ende, NTT // Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan, ada 55 kali gempa vulkanik dalam, 58 kali gempa tektonik lokal, dan 54 kali gempa tektonik jauh yang tercatat sejak 1 Desember hingga 31 Desember 2023.
 
“Data kegempaan Gunung Iya di Ende Flores, NTT, ini menunjukkan peningkatan gempa vulkanik dalam yang cukup signifikan pada 30 sampai dengan 31 Desember 2023, terekam gempa vulkanik dalam sebanyak 12 kali kejadian dengan amplitudo 4 sampai 33 milimeter,” ujar Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (02/1/2024), dilansir dari ANTARA.
 
Hendra menjelaskan, jumlah gempa yang meningkat tersebut mengindikasikan ada peningkatan tekanan dalam tubuh gunung api akibat meningkatnya aktivitas magmatik.
Meski ada peningkatan gempa vulkanik dan tektonik, namun hingga saat ini gempa-gempa permukaan masih belum terekam di Gunung Iya.
 
PVMBG menyatakan, tingkat aktivitas Gunung Iya masih berada pada level 1 atau normal.
 
Masyarakat diminta agar membatasi aktivitas atau tidak berlama-lama dan tidak bermalam di area kawah aktif, serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.
 
Gunung Iya memiliki ketinggian 637 meter di atas permukaan laut. Gunung api tersebut bertipe strato vulkanik yang sejarah letusannya tercatat sejak tahun 1671 hingga erupsi terakhir tahun 1971 dengan selang waktu erupsi antara 1 sampai 60 tahun.
 
Karakteristik letusan Gunung Iya umumnya berlangsung di kawah utama melalui letusan magmatik yang menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar, dan aliran lava disertai dengan adanya runtuhan pada puncak gunung tersebut.
Pada sekeliling kawah aktif Gunung Iya terdapat rekaan berkembang menunjukkan zona lemah di dalam gunung api yang kemungkinan akan mengakibatkan longsoran besar ke arah laut saat terjadi letusan Gunung Iya dimasa mendatang.

Sementara telah beredar press release dari PVMBG Pusat, bahwa perkembangan terakhir aktivitas Gunung Iya pada tanggal 1 Januari 2024 pukul 18.00 WITTA adalah sebagai berikut:
1. Pantauan visual Gunung Iya pada hari Minggu tanggal 31 Desember 2023, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 sampai 80 meter dari puncak.
2. Sejak tanggal 1 hingga 31 Desember 2023, terekam 55 kali gempa Vulkanik Dalam, 58 kali gempa Tektonik Lokal dan 54 kali gempa Tektonik Jauh.
3. Data kegempaan Gunung Iya menunjukan peningkatan gempa Vulkanik Dalam yang cukup signifikan pada tanggal 30-31 Desember 2023 terekam gempa VA sebanyak 12 kali terjadi dengan Amplitudo 4 – 33 mm. Peningkatan gempa ini dapat mengindikasikan peningkatan tekanan dalam tubuh Gunung Iya akibat meningkatnya aktifitas Magnetik, namun hingga saat ini gempa-gempa permukaan masih belum terekam.

Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental, maka tingkat aktifitas Gunung Iya masih berada pada level 1 (Normal). Sehubungan dengan tingkat aktifitas Gunung Iya pada level 1 (Normal), maka direkomondasikan;
1. Masyarakat di sekitar Gunung Iya dan pengunjung/wisatawan agar membatasi aktifitas (tidak berlama-lama) dan tidak bermalam di area kawah aktif serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.
2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
3. Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Iya atau PVMBG, Badan Geologi di Bandung.
4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Iya. Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Iya atau dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon : 022-7272606.
5. Tingkat aktifias Gunung Iya akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktifitas yang signifikan. Tingkat aktifitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum dikeluarkan.

Demikian press realese dari Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang ditandatangani Hendra Gunawan, yang diperoleh media ini.

Semetara di Kabupaten Flores Timur telah terjadi erupsi/bencana gunung meletus, yakni Gunung Lewotobi Laki-Laki. Terkait dengan hal tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, bahwa pihak Otoritas Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Teggara Timur (NTT), menutup sementara Bandara Ende karena dampak dari abu Vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim) tersebut.

Sedangkan Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Achmad, M.M., melalui surat nomor : BU.360/BPBD.01/1/2024, tertanggal 3 Januari 2024, menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ende untuk menggunakan masker pelindung, agar terhindar dari gangguan pernapasan. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here