Tantang Hercules, Jagoan Medan Ciut Tahu yang Dihadapinya: Dia Bukan Preman tapi Pendakwah, Saya Minta Maaf

0
57

Baru-baru ini nama Jagoan Medan Ucok Baret menjadi sorotan setelah berani mendatangai Jakarta untuk mengajak Ketua Umum Ormas GRIB, Hercules duel di Gelora Bung Karno (GBK).

Jakarta, Bhayangkarautama.com – Setelah datang ke Jakarta, rupanya Ucok Baret ciut dan mengucapkan permintaan maaf kepada Hercules. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-temanku semuanya. Saya lagi istirahat di salah satu masjid di pinggir jalan Jambi. Saya mau OTW pulang kampung ke Medan dari Jakarta”.

“Teman-temanku semuanya terkhusus kepada Pak Haji Hercules, pak haji di sini saya minta maaf ternyata perkiraan saya ini tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Jagoan Medan itu dikutip melalui kanal YouTube BOS SIWAY pada Selasa (27/2/2024).

Dalam pernyataannya, Ucok Baret mengaku terkejut dengan sosok mantan preman Tanah Abang itu.

“Perkiraan saya selama ini pak haji seorang preman, ternyata saya salah. Tadinya sampai di Jakarta saya mau ketemu pak haji, tapi ada salah satu kawan saya ustadz yang katanya dia kenal dengan Pak Haji Hercules dan tahu betul tentang pak haji,” ungkapnya.

Ia mengaku mengetahui banyak cerita tentang kebaikan yang diperbuat oleh Hercules yang baru diketahuinya. Bahkan Ucok Baret mengaku tak menyangka Hercules memiliki sifat sebaik yang ia dengar.

“Ustad yang saya kenal bercerita tentang kebaikan-kebaikan pak haji yang setiap saat menyantuni anak yatim, fakir miskin, suka membantu orang, bahkan pak haji katanya ada pesantren gitu, nggak nyangka saya,” jelas Ucok Baret.

“Saya termakan provokasi yang beredar di medsos, kalau di medsos kan Pak Haji Hercules dikesankan seorang preman yang terkenal begitu ya, ternyata kita salah kawan,” sambungnya.

Dalam video tersebut, Ucok Baret juga mengimbau agar orang-orang di luar sana yang masih menganggap Hercules preman seram agar tak berpikiran demikian. Ia juga menjelaskan bahwa informasi yang didapatkan, Hercules kerap memberikan santunan dari hasil usahanya.

“Kita salah ternyata. Saya sendiri baru sadar sekarang, ternyata pak haji itu bukan seorang preman. Bahkan menurut saya dia itu pendakwah dengan cara yang berbeda. Dia mengajak orang untuk berbuat baik dan luar biasanya lagi dia seorang pengusaha ternyata,” lanjut Ucok.

“Terutama anak yatim, pesantren-pesantren, fakir miskin, begitu kesaksian ustad kawan saya yang menceritakan ke saya. Setelah saya mendengarkan itu, saya merasa bersalah sekali dan merasa menyesal, karena saya sudah terlanjur membuat gaduh di medsos,” sambungnya.

Atas hal tersebut, Ucok Baret meminta maaf kepada Hercules karena telah berpandangan buruk tanpa mengenal terlebih dahulu.

“Saya minta maaf betul kepada Pak Haji Hercules. Pak haji saya minta maaf ya, dan pada kawan-kawan di luar sana melalui video ini saya tegaskan pak haji itu bukan seorang preman sekarang, dia itu seorang pendakwah dengan gayanya sendiri,” sesalnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules kembali mendapatkan tantangan lagi.

Setelah ditantang oleh Muhammad Muslim Yunus dan Jawara Garut, kini jagoan Medan yaitu Ucok Baret menantang mantan preman Tanah Abang itu.

Ia bahkan diketahui sudah tiba di Jakarta untuk berduel dengan Hercules. Aksinya menantang sosok preman yang ditakuti itu lantaran tak senang dengan premanisme.

“Premanisme harus dimusnahkan, Indonesia ini sudah maju dan merdeka dari itu semua,” kata Ucok Baret, Jagoan Medan dikutip Minggu (25/2/2024).

Ia juga menyinggung soal keberadaan premanisme di Indonesia.

“Jangan kalian anggap Indonesia ini masih negara premanisme, kita sudah melampaui era itu. Saya akan gulung kalian semua jika masih berani berkuar-kuar di sosial media,” lanjutnya.

Ucok Baret juga mengatakan bahwa Indonesia bukanlah milik Hercules dan anak buahnya.

“Indonesia bukan milik kalian, Hercules beserta anggota. Saya datang sendiri, Sekali sentil saya gulung. Tidak perlu melibatkan gerombolan manusia manusia gak jelas. Siap-siap, saya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta,” katanya.

Ia juga menolak jika lawan duelnya adalah anak buah Hercules lantaran dianggap tak setara dengannya.

“Saya sudah di Jakarta. Hercules, dimana alamatmu? Jangan sia-siakan langkah saya. Aku tidak mau bertemu dengan anak buahmu, mereka bukan level saya,” kata Ucok Baret dikutip pada Minggu (25/2/2024).

Dalam video tersebut, jagoan Medan itu bahkan menyindir Hercules hanyalah seolah jari kelingking. Bahkan ia menganggap Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu adalah lawan yang mudah.

“Hercules ibarat jari kelingking, mudah dihabisi dan saya gulung di GBK Jakarta. Hercules ini nih ibarat kelingking saya, Hercules tu ini, Hercules ini nih ibarat kelingking saya mudah saya habisi dan gulung,” ungkapnya.

Ditantang Jawara Garut

Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (BRIB) Rosario de Marshall atau akrab disapa Hercules diajak duel oleh Jawara Garut.

Video ajakan duel yang diutarakan seorang pria yang menyebut dirinya sebagai Abah itu tersebar di media sosial, khususnya X. Tak tanggung-tanggung, pria tua itu menantang duel Hercules secara terbuka satu lawan satu. Seperti yang diunggah oleh akun X @m1n4_95.

“Hercules diajak separing sama Jawara Garut. Mantap Bah… ada yang kenal dengan Abah dari Garut ini?” tulis akun @m1n4_95.

Dalam video berdurasi 58 detik tersebut tampak pria tua mengenakan pakaian serba hitam (pangsi) lengkap dengan penutup kepala (iket).

Pria dengan janggut dan kumis putih tersebut dengan berani menantang duel Hercules.

“Assalamualaikum, yeuh bewara bejakeun ka Hercules, diadu jeung Abah sparing. Ari bener-bener lalaki mah. (Assalamualaikum, ini pengumuman, kasih tahu Hercules, duel dengan Abah, sparing kalau benar-benar lelaki),” kata pria tersebut.

Jawara Garut tersebut menyinggung soal Hercules yang mendukung salah satu capres dalam Pemilu 2024.

“Nu kitu dibela. Abah mah rek ngabela negara, lain rek ngabela personil. (Seperti itu dibela. Abah ngebela negara, bukan ngebela personel perorangan,” tambahnya.

Kemudian dia kembali menantang Hercules duel satu lawan satu.

“Siap Abah sparing jeung Hercules. Sok dimana? bejakeun. Ditantang ku Abah ti Garut yeuh, sok. (Siap, Abah sparing dengan Hercules. Silakan dimana? Kasih tahu Abah dari Garut),” tuturnya lantang.

“Bejakeun kaditu, viralkeun, ditantang ku Abah, Hercules tah. (Kasih tahu ke dia, viralkan, ditantang Abah, Hercules nih),” tambahnya.

Jawara Garut ini terang-terangan menyinggung soal sosok yang dibela oleh Hercules.

“Abah mah rek ngabela negara jeung ngabela Islam. (Abah membela negara dan membela Islam),” pungkasnya.

Sepak Terjang Hercules

Perjalanan hidup Hercules dari malang melintang di dunia preman hingga menjadi pebisnis sangat panjang. Hercules dikenal sebagai preman legendaris yang membangun daerah kekuasaannya di Tanah Abang, Jakarta.

Adapun Hercules sebelum hidup di Jakarta, tinggal di Timor Timur dengan banyak bekerja sebagai tenaga bantuan untuk operasi militer TNI.

Sayangnya Hercules perlu dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat karena untuk menyembuhkan luka di tangan. Namun, tangannya tersebut ternyata harus diamputasi. Hercules akhirnya kabur karena tidak tahan dirawat di RSPAD dan hidup menjadi gelandangan di Tanah Abang.

“Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan,” kata Hercules dikutip dari buku Kick Andy Kumpulan Kisah Inspiratif.

Kehidupan preman dimulai, Hercules awalnya tidak disegani dan sering dilawan oleh preman lain. Oleh karena itu, Hercules selalu membawa golok panjang karena takut dibunuh.

“Daripada dibunuh, lebih baik saya bunuh duluan. Bahkan waktu itu, setiap malam saya tidur dengan golok selalu siap di tangan. Kondisi waktu itu sangat rawan. Lengah sedikit, lawan akan menyerang,” ungkap dia.

Hercules dan kelompoknya malang melintang di kawasan Tanah Abang sejak 1980-an. Pria berambut ikal ini sering kali lolos dari kematian, sebab itu dia mulai disegani banyak orang karena keberaniannya.

Dalam acara Kick Andy tahun 2007, Hercules mengaku pernah dibacok sebanyak 16 kali tetapi tetap selamat. Namun, separuh dari tangan kanan Hercules, yakni dari bagian siku ke bawah, menggunakan tangan palsu. Bukan hanya tangannya yang palsu, satu dari dua bola matanya juga buatan manusia.

Hercules pernah ditembak di bagian mata dan pelurunya pun tembus ke belakang kepala. Karena rentetan kejadian tersebut Hercules dijuluki sebagai sosok preman yang tidak bisa mati.

Pensiun jadi preman Hercules kemudian meninggalkan dunia hitam yang pernah membesarkan namanya, tepatnya usai menerima vonis 8 bulan penjara atas kasus penguasaan lahan.

Dia kemudian mencoba menata hidupnya sekeluar dari penjara dengan memulai berwirausaha. Di antara bisnis yang ia jalani adalah bisnis perikanan di Muara Baru, Jakarta Utara.

Hercules juga telah ditunjuk oleh PD Pasar Jaya selaku salah satu BUMD milik Pemprov DKI, menjadi tenaga ahli. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here