Pembangunan 3 RKB SMPN 1 Ndona di Lokoboko Mangkrak

0
216

Miris, pembangunan 3 (tiga) Ruang Kelas Baru (RKB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ndona di Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende mangkrak, hingga kini tak kunjung diteruskan.

Ende, NTTĀ 

Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 1 Ndona yang menelan biaya sebesar Rp 1, 4 Milyar, anggaran bersumber dari Provinsi tahun anggaran 2021, namun hingga kini gedung tersebut menjadi mubazir dan tak bermanfaat, ditinggalkan begitu saja tanpa ada kelanjutannya.

Mirisnya, belum selesai pembangunan ruang kelas baru di SMPN 1 Ndona, kini dibiarkan begitu saja dan kontraktornya sudah kabur entah kemana. Diduga pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende mendiamkan saja, padahal pembangunan gedung ruang kelas tersebut dimulai sejak bulan September tahun 2021 silam dan sampai sekarang pembangunan ruang kelas baru mangkrak dengan kondisi memprihatinkan dan bahkan papan proyek pun telah dilepas.
Padahal, masih banyak sekolah lain yang membutuhkan perbaikan atau penambahan ruang kelas baru. Diduga ada main mata antara pihak Kontraktor dan pihak Dinas terkait.

Pengawasan yang begitu lemah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ende, menimbulkan dugaan adanya ada kongkalikong dalam pembangunan gedung kelas baru di SMPN 1 Ndona tersebut.

Diharapkan ada auditor atau pihak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan proyek pembangunan ruang kelas baru di SMPN 1 Ndona di Lokoboko yang mangkrak tersebut.

Kepala SMPN 1 Ndona, Sovia Ere, S.Pd., saat dikonfirmasi media ini pada Rabu (30/08/2023) di ruang kerjanya mengatakan, proses pembangunan 3 (tiga) RKB tersebut dilaksanakan dimasa Kepala Sekolah yang lama yakni, Wilhelmus Mba, S.Pd.

“Saya sama sekali tidak mengetahui proses pembangunan seperti apa,” ungkap Sovia Ere.
“Hanya kami dari pihak sekolah ini dan saya selaku kepala sekolah yang baru, mengharapkan agar proses pembangunan RKB tersebut dapat dilanjutkan kembali sehingga anak-anak kami bisa memanfaatkan ruangan tersebut. Akibat dari itu, saat ini anak-anak didik kami harus ada yang sekolah siang sampai sore akibat dari keterbatasan ruangan kelas,” ungkap Sovia Ere.

Dirinya berharap agar tahun ini juga bisa segera dituntaskan, sehingga memasuki Januari 2024 RKB tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh anak didik.

Sementara salah satu orangtua wali siswa SMPN 1 Ndona kepada media ini mengatakan, semestinya memasuki tahun ajaran baru (2023/2024) pada bulan Juli kemarin 3 (tiga) RKB tersebut harus sudah selesai dikerjakan atau selesai dibangun, sehingga anak-anak kelas satu yang baru atau kelas tujuh bisa menempatinya. Tapi ini malah dibiarkan begitu saja dan tidak ada tanda-tanda untuk dimulai proses pembangunan lagi.

“Kami orangtua wali kaget pada saat pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua wali murid pada saat itu, ketika kepala sekolahnya meminta untuk supaya dibuatkan atap sementara untuk bisa dimanfaatkan oleh anak didik,” terangnya.

“Sebenarnya ini tanggungjawab penuh pihak Dinas terkait bersama kontraktornya untuk segera menyelesaikannya. Untuk itu kami berharap supaya Aparat Penegak Hukum yang ada di Kabupaten Ende untuk segera menindak lanjuti terkait dengan mangkraknya pekerjaan 3 RKB di SMPN 1 Ndona ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kontraktor Pelaksana belum berhasil dihubungi. (DM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here